Ekonomi dan Bisnis

Keterbatasan SDM dan Pengurus, Jadi Kendala Utama Bank Wakaf Kurang Berkembang

Tidak sembarang orang yang bisa terdaftar dalam pengurus BWS. Pengurus BWS harus akrab dengan sistem keuangan syariah dan dekat lingkungan pesantren.

Keterbatasan SDM dan Pengurus, Jadi Kendala Utama Bank Wakaf Kurang Berkembang
Biro Pers Setpres/Laily Rachev
Presiden Joko Widodo meresmikan program Bank Wakaf Mikro di Pondok Pesantren An-Nawawi Tanara di Kabupaten Serang, Provinsi Banten, Rabu (14/3/2018). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANYUWANGI - Bank Wakaf Syariah telah mencapai 51 buah sejak didirikan tahun 2017. Namun, pertumbuhan bank yang dekat dengan lingkungan pesantren ini masih banyak  menghadapi kendala.

Dilansir dari Kompas.com, Direktur Lembaga Keuangan Mikro, Suparlan mengatakan, ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM) masih menjadi tantangan tersendiri bagi pertumbuhan Bank Wakaf Syariah (BWS).

Pasalnya, tidak sembarang orang yang bisa terdaftar dalam pengurus BWS. Pengurus BWS harus akrab dengan sistem keuangan syariah dan dekat dengan lingkungan pesantren. Sekaligus komitmen saat berada dalam kelompok pengurus BWS.

"Kendalanya adalah pengurusnya sendiri. Pengurusnya di pesantren sangat terbatas untuk mengelola keuangan syariah yang formal," kata Direktur Lembaga Keuangan Mikro, Suparlan di Banyuwangi, Sabtu (27/7/2019).

"Sistemnya ini kelompok, jadi mencari kelompok yang komitmen ini susah. Mereka yang cari sendiri kemudian mereka yang seleksi sendiri. Kalau dari awal calon anggotanya ada indikasi yang kurang bagus, enggak dilanjutin," lanjut Suparlan.

Baca: Bank Kalsel Bakal Go Publik di Pendanaan Pasar Modal

Menurut Suparlan, pengurus tersebut memang harus berasal dari lingkungan pesantren, karena dianggap lebih mengerti cara menjalankan dan mengoperasikan lembaga keuangan dengan prinsip-prinsip syariah.

"Kenapa pesantren? Karena basic-nya ada sisi aqidahnya, sehingga pembayaran di sana pun kualitasnya lebih bagus karena pemahaman agamanya bagus," ucap Suparlan.

Meski ketersediaan SDM masih minim, Otoritas Jasa Keungan ( OJK) tetap menargetkan pertumbuhan 100 Bank Wakaf Syariah (BWS) hingga akhir tahun 2019.

Sebab, OJK yakin bisa mencapai target tersebut karena saat ini Bank Himbara telah membuka pintu lebar bagi nasabah yang ingin berdonasi untuk membangun bank wakaf. Selain itu, Indonesia telah memiliki 28.000 pesantren. Artinya, SDM calon pengurus bank wakaf akan lebih banyak.

Baca: Bank Syariah Mandiri Bersama Laznas BSM Umrahkan 100 Guru dan Tenaga Kesehatan Gratis

"Optimis nanti akan ada pendanaan karena saat ini Bank Himbara telah membuka lebar pintu-pintu pendanaan dari nasabahnya juga dana-dana dari luar negeri. Mudah-mudahan kita doakan yang 100 ini bisa tercapai, bisa disosialisasikan dengan cepat," kata dia.

Sebagai informasi, saat ini pertumbuhan Bank Wakaf Syariah telah mencapai 51 buah sejak didirikan tahun 2017 dengan jumlah akumulasi pembayaran yang disalurkan sebesar Rp 18,54 miliar. Penyebarannya paling banyak berada di Pulau Jawa seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Serang dan lainnya.

(Penulis : Fika Nurul Ulya/Kompas)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ini Kendala Utama Bank Wakaf Kurang Berkembang", https://money.kompas.com/read/2019/07/28/152100326/ini-kendala-utama-bank-wakaf-kurang-berkembang.

Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved