Relokasi Pasar Beras

Pembangunan Siring Sungai Martapura Berdampak pada Ikon Pasar Tertua di Kota Banjamasin

Berusia cukup tua di kota berjuluk seribu sungai, Pasar Beras di Jalan Pasar Pagi Muara Kelayan Kecamatan Banjarmasin Tengah Kalsel beberapa waktu

Pembangunan Siring Sungai Martapura Berdampak pada Ikon Pasar Tertua di Kota Banjamasin
BPost Cetak
Blitz edisi cetak Minggu (28/7/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Berusia cukup tua di kota berjuluk seribu sungai, Pasar Beras di Jalan Pasar Pagi Muara Kelayan Kecamatan Banjarmasin Tengah Kalsel beberapa waktu ke depan terancam tertinggal nama.

Akan hilangnya salah satu ikon di sektor pasar tertua tersebut disebut-sebut akan dilakukan relokasi seiring dengan pembangunan siring di bantaran Sungai Martapura.

Bahkan tidak sampai di situ, semakin kuat kabar berhembus, baru tadi pemerintah kota Banjarmasin juga telah melakukan pertemuan dengan sejumlah pedagang dan pemilik toko.

"Iya benar. Kalau tidak salah pertemuannya Senin (22/7) sore lalu di pemko," ujar seorang pedagang beras, Rudini, Sabtu (27/7) sore.

Baca: Hukum Berkurban Bagi Orang Sudah Meninggal, Begini Pandangan 4 Mazhab Menurut UAS

Baca: Setengah Abad Misterius, Kapal Selam Prancis Akhirnya Ditemukan di Laut Tengah

Baca: Saingi Luna Maya, Istri Wagub Ini Disebut Mirip Suzanna Saat Kenakan Kebaya Hitam

Baca: Demi Jodoh Ayu Ting Ting Ikuti Ritual di Pernikahan Tania Nadira, Mimpi Sahabat Ivan Gunawan

Namun Rudi, sapaannya, tidak mengetahui persis pembahasan yang dibahas saat itu.

Menurutnya pertemuan tersebut hanya dihadiri tokoh pedagang beras.

"Kalau saya kebetulan enggak hadir di pertemuan itu. Cuma abah aja yang ke sana, jadi kurang tahu persis pembahasan yang dibahas," ujarnya.

Rudi mengaku sebetulnya sedikit menyayangkan bila wacana tersebut benar-benar akan dilaksanakan di Pasar Beras Jalan Pasar Pagi nantinya.

Terlebih usaha berdagang beras yang ditekuni keluarganya tidak seumur jagung, melainkan sudah puluhan tahun bahkan lintas generasi.

"Wah sudah lama. Bahkan kalau dibilang 50 tahun lebih, mungkin ada. Karena yang dulu berdagang di sini, sudah dari kakek saya, kemudian dilanjutkan abah, dan saya yang bantu-bantu hingga sekarang," ujarnya.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved