Berita Tapin

Perusak Pot Bunga di Rantau Dibesuk Personel Satpol PP dan Damkar Tapin, Begini Kondisinya

Orang dengan gangguan kejiwaan (ODGJ) asal Kabupaten Tapin, Provinsi Kalsel yang mendapat perawatan diawasi Pemerintah setempat.

Perusak Pot Bunga di Rantau Dibesuk Personel Satpol PP dan Damkar Tapin, Begini Kondisinya
HO/Satpol PP dan Damkar Tapin
Satpol PP dan Damkar Kabupaten Tapin mengunjungi warga Tapin yang dititipkan di Rumah Rehabilitasi Jiwa dan Narkoba di Kota Banjarmasin, Minggu (28/7/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Orang dengan gangguan kejiwaan (ODGJ) asal Kabupaten Tapin, Provinsi Kalsel yang mendapat perawatan diawasi Pemerintah setempat.

Satu di antaranya adalah kasus pelaku perusak pot bunga penghias area pejalan kaki di Jalan Brigjend Hasan Basri, Farhan (25) dibesuk personel Satpol PP dan Damkar Kabupaten Tapin, Kamis (25/7/2019) belum lama ini.

Yus Sudarmanto, penyidik pada Satpol PP dan Damkar Kabupaten Tapin mengatakan kondisi kesehatan jiwa Farhan saat dibesuk pihaknya sudah menunjukan perubahan perilaku yang positif.

Farhan dijemput Satpol PP dan Damkar Kabupaten Tapin bersama Dinas Sosial Kabupaten Tapin serya kerabatnya, dari RSUD Hasan Basri Kandangan, pada 20 Juni 2019 atau satu bulan yang lalu, menuju Kota Banjarmasin.

Selama direhabilitasi di Yayasan Al Hijrah, Jalan Padat Karya Kompleks Purnama Permai 1 jalur 2 nomor 41 RT 009 RW 001 Kelurahan Sungai Andai, Kota Banjarmasin, Farhan mampu berkomunikasi dengan anggota Satpol PP dan Damkar kabupaten Tapin.

Baca: 63 Desa di Tabalong Rawan Kebakaran Lahan, BPBD Tetapkan Siaga Karhutla

Kepala Satpol PP dan Damkar kabupaten Tapin, H Mahyudin menjelaskan kegiatan personel Satpol PP dan Damkar Kabupaten Tapin ke Kota Banjarmasin itu merupakan kegiatan pengawasan rutin.

"Kegiatan anggota membesuk Farhan itu kegiatan pengawasan rutin saja," katanya kepada reporter Banjarmasinpost.co.id, Minggu (28/7/2019).

Kepala Bidang Pemberdayaan Keluarga pada Dinas Sosial Kabupaten Tapin, Murtoyo menjelaskan Dinas Sosial Kabupaten Tapin menangani ODGJ setelah dirawat ahli.

Menurut Murtoyo, kasus ODGJ yang ditangani pihak saat adalah seorang pria yang merusak pot bunga milik Pemerintah Kabupaten Tapin.

Pemerintah Kabupaten Tapin membiayai selama satu tahun di Yayasan Al Hijrah Banjarmasin. Satu bulan itu, biaya perawatan Rp 3,6 juta dari APBD Kabupaten Tapin.

Baca: 63 Desa di Tabalong Rawan Kebakaran Lahan, BPBD Tetapkan Siaga Karhutla

Halaman
12
Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved