Berita Banjarmasin

Begini Perasaan Tasya Nurhalisas Saat Membantu Proses Melahirkan Seorang Ibu

Sebagai mahasiswa kebidanan, Tasya Nurholisa dituntut untuk sigap membantu para ibu yang melahirkan, selain terus belajar teori dan praktik.

Begini Perasaan Tasya Nurhalisas Saat Membantu Proses Melahirkan Seorang Ibu
Ist/Tasya Nurhalisa
Tasya Nurholisa 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Sebagai mahasiswa kebidanan, Tasya Nurholisa dituntut untuk sigap membantu para ibu yang melahirkan, selain terus belajar teori dan praktik.

"Sedih juga, karena ibu melahirkan itu biasanya di titik terendah, antara hidup dan mati, tapi setelah ibu sama anaknya pendekatan, berubah rasa jadi bahagia," jelas mahasiswi D4 Kebidanan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banjarmasin.

Sebab itu, demi memperlancar proses kuliah dan pengalaman membantu ibu melahirkan, Tasya mengurangi waktu di bidang lain.

Karena mau fokus belajar sebagai bidan Tasya yang kelahiran Martapura, 30 Juni 1999 sekarang tidak lagi tergabung di organisasi selain BEM Poltekkes dan Pewadahan Nanang Galuh.

Putri dari Gian Ernawati dan Asyudin ini berupaya membagi waktu antara kuliah dan aktif di organisasi termasuk di pawadahan Naga Banjar.

Baca: Begini Cara Mudah Melihat Penampakan Pocong di Google Maps, Fotografer Bongkar Teknik Cara Fotonya

"Kesulitan membagi waktu itu ya paling saat ada panggilan melahirkan dadakan, karna biasanya lahiran kan tidak bisa ditebak," selorohnya.

Selain itu, Juara 2 Nasyid Banjar Expo 2016, Juara 1 Nasyid Festival Budaya Banjar 2016, Juara 3 Catur Pornimakes Regional Kalimantan 2018 ini juga punya aktivitas lain seputar tulis-menulis.

"Sejak masuk kuliah sudah mulai menulis, tapi tulisan sayaf hanya kawan-kawan terdekat yang tahu. Biasanya menulis kata bermajas, jadi kalau ada yang mengganjal langsung ambil pena, hehe," tandasnya.

(banjarmasinpost.co.id/salmah saurin)

Penulis: Salmah
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved