Berita Tabalong

Kabupaten Tabalong Berencana Ajukan Pinjaman, Begini Penjelasan Bupati Anang Syakhfiani

Pemerintah Daerah Kabupaten Tabalong berencana mengajukan pinjaman ke Pemerintah Pusat, hal ini menjadi pembahasan rapat antara Pemerintah Daerah

Kabupaten Tabalong Berencana Ajukan Pinjaman, Begini Penjelasan Bupati Anang Syakhfiani
banjarmasinpost.co.id/reni kurnia wati
Bupati Tabalong Anang Syakhfiani dalam apat antara Pemerintah Daerah dengan DPRD Tabalong. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Pemerintah Daerah Kabupaten Tabalong berencana mengajukan pinjaman ke Pemerintah Pusat, hal ini menjadi pembahasan rapat antara Pemerintah Daerah dengan DPRD Tabalong. Pasalnya rencana ini akan dimasukkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Bupati Tabalong H Anang Syakhfiani mengatakan wacana ini masih akan melalui proses panjang, namun dengan memasukkannya di RPJMD maka mungkin untuk dilakukan dalam lima tahun mendatang.

“Dalam pencantuman di RPJMD masih belum memasukkan angka dan peruntukannya, prosesnya masih panjang dan terus menjalin koordinasi dengan DRPD Tabalong,” ujar Anang.

Rencana awal pinjaman yang akan diajukan sekitar Rp 410 miliar. Hal ini disampaikan Bupati Tabalong Anang Syakhfiani dalam rapat yang dilaksanakan dengan DPRD Tabalong dan oleh Ketua DPRD Tabalong Drs H Darwin Awi beserta anggota di Gedung Graha Sakata, Senin (29/07/2019).

Baca: Narapidana di Lapas Meninggal, Begini Penjelasan Lapas Narkotika Karangintan Kabupaten Banjar

Baca: Hasil Martapura FC vs Mitra Kukar, Mantan Pemain Barito Bawa Mitra Kukar Unggul 0-1 di Babak Pertama

Baca: Penemuan Jasad Bayi Diduga Dikubur Orangtua, Polisi Banjarbaru Tunggu Hasil Otopsi RSUD Ulin

Anang mengatakan pinjaman yang akan diajukan ini adalah untuk membantu mempercepat pembangunan di Kabupaten Tabalong, rencana pinjaman akan dilunasi dalam lima tahun yaitu hingga tahun 2024.

Pemerintah daerah juga menyusun strategi untuk menambah pendapatan untuk membayar angsuran.

Salah satunya adalah dengan mengupayakan dana royalti dari perusahaan tambang yang diharapkan bisa kembali diangka 50 persen seperti pada tahun 2016 lalu.

Anang menjelaskan dana pinjaman tersebut akan digunakan untuk empat hal yaitu pembangunan infrastruktur dengan membangun Tanjung green city dengan dana sebesar Rp 120 miliar.

Kedua pembangunan kawasan perdagangan modern dengan dana Rp 142 miliar, pembangunan RSUD Badarudin Kasim sebesar Rp 59 miliar dan Peningkatan PDAM sebesar Rp 94 miliar.

"Rencana pinjaman ini akan dimasukkan dalam RPJMD sehingga bukan hanya sekedar keinginan namun memang menjadi kebutuhan daerah," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved