Kriminalitas Tanahlaut

Kasus Dugaan Penyimpangan Dana Hibah KNPI Pelaihari 2017 Kembali Dapatkan Tersangka, Ini Kata Kajari

Jumat (26/7/2019) kemaren, sekretaris KNPI Pelaihari, Kabupaten Tanahlaut, masa jabatan 2017, Puput Baharudin Mahmud ditetapkan sebagai tersangka

Kasus Dugaan Penyimpangan Dana Hibah KNPI Pelaihari 2017 Kembali Dapatkan Tersangka, Ini Kata Kajari
Banjarmasinpost.co.id/Isti Rohayanti
Kepala Kejaksaan Negeri Tanahlaut, Abdul Rahman 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Jumat (26/7/2019) kemaren, sekretaris KNPI Pelaihari, Kabupaten Tanahlaut, masa jabatan 2017, Puput Baharudin Mahmud ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak Kejaksaan Negeri Tanahlaut.

Penetapan tersangka itu berdasarkan teerlibatnya Puput pada kasus dugaan penyimpangan penggunaan dana hibah KNPI Pelaihari Kabupaten Tanahlaut tahun anggaran 2017 kemaren.

Sebagaimana diketahui, dua tersangka dalam kasus itu sudah ditetapkan oleh Kejari Tanah Laut pada 2017 kemaren. Yakni Ketua KNPI Pelaihari Tanahlaut, Syahruji, beserta bendaharanya, Faulina Riska. Sekarang ujar Kepala Kejaksaan Negeri Tanahlaut, Abdul Rahman, kedua tersangka awal menuju proses tuntutan.

Kembali mengenai Puput, yakni yang kini sudah menjadi mantan Sekretaris KNPI Pelaihari, Kabupaten Tanahlaut, Abdul Rahman menerangkan, segala fakta pada persidangan mengarah kepada lelaki tersebut. Dari sekian saksi yang diperiksa pada kasus itu, nama Puput rupanya dianggap terlibat.

Baca: SEDANG BERLANGSUNG! Live Streaming Timnas Indonesia vs Singapura di SCTV, Piala AFF U-15 2019

Baca: SESAAT LAGI! Live Streaming SCTV Timnas Indonesia vs Singapura Piala AFF U-15 2019, Link Vidio.com

Baca: Supir Truk Curhat ke DPRD HSS, Anggota Dewan Sebut Kandangan Dapat Julukan Kota 1000 Pertamini

"Berdasarkan keterangan para saksi mengarah ke dia dan itu kami sebut sebagai fakta persidangan. Begitu pula untuk arah buktinya menyangkut tersangka. Semisal SPJ yang dibuat oleh dia dan mengarah ke Puput," ucap Abdul Rahman saat ditemui di Kantor Kejari Tanahlaut, Senin (29/7/2019).

Bertambahnya satu tersangka ini ujar Abdul Rahman, tidak menutup kemungkinan munculnya tersangka lain. Bisa jadi ujarnya para saksi pun mungkin untuk jadi tersangka dalam kasus tersebut.

"Tinggal bagaimana nanti melihat pakta pengadilan," jelasnya.

Saat ini, sidang pertama Puput masih belum dilakukan. Sebutnya, kasus itu dalam tahap penyidikan. Kemungkinan pada pertengahan Agustus nanti akan dilimpahkan.

Sebagaimana diketahui pula, dugaan penyimpangan penggunaan dana hibah KNPI Pelaihari Kabupaten Tanah Laut tahun anggaran 2017 uang bersumber dari Anggaran APBD Pemkab Tanah Laut sebesar Rp. 1.200.000.000.

Sementara yang telah dilakukan audit BPKP terdapat kerugian negara sebesar Rp. 339.599.500.

Akibatnya, tersangka Puput, dibawa ke Rutan Pelaihari guna dilakukan penahanan.

Tersangka diduga melanggar pasal 2 ayat (1) jo pasal 18 atau pasal 3 jo pasal 18 atau pasal 9 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana dirubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Pada kasus tersebut, ujar Abdul Rahman, Kejari Tanahlaut pun tetap mengedepankan pengembalian kerugian keuangan negara yang ditujukan kepada semua tersangka. Cara itu ujar Abdul Rahman juga akan meringankan tuntutan yang diberikan. Karena kerugian negara sudah kembali.

(Banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti)

Penulis: Isti Rohayanti
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved