Berita Tabalong

Warga Banua Lawas Tabalong Budidayakan Tanaman Bawang Merah, Hasilnya Masih Dijual Secara Lokal

Namun berkat kegigihan petani di Desa Banua Lawas bawang merah yang ditanam bisa menghasilkan bawang yang baik dan besar.

Warga Banua Lawas Tabalong Budidayakan Tanaman Bawang Merah, Hasilnya Masih Dijual Secara Lokal
ist/camat banua lawas
Camat Banua Lawas Zainuddin, menunjukkan lahan yang disiapkan untuk budidaya tanaman bawang merah di Desa Banua Lawas 

BANJAMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Desa Banua Lawas Kecamatan Banua lawas saat ini tengah mengembangkan budidaya bawang merah. Bawang merah merupakan tanaman yang biasa ditanam di dataran tinggi yang membutuhkan penyiraman dan kondisi cuaca yang dingin.

Namun berkat kegigihan petani di Desa Banua Lawas bawang merah yang ditanam bisa menghasilkan bawang yang baik dan besar.

Hal ini disampaikan oleh Camat Banua Lawas Zainuddin, awalnya warga belajar menanam bawang dengan mendapatkan penyuluhan dari petugas penyuluh pertanian.

Dan ternyata dengan cara khusus yaitu proses dalam penggemburan tanah dan pemupukan yang baik akhirnya tanaman bawang bisa tumbuh subur di Desa Banua Lawas.

"Beberapa petani baru saja panen dan berencana akan kembali menanam dan saat ini lahannya tengah dipersiapkan," ujarnya.

Baca: Digerebek Warga, Ini Awal Mula Terungkapnya Cinta Terlarang Kakak Adik yang Bakal Lahirkan Anak Ke-3

Baca: Heboh, Pengembala Temukan Bayi Mungil Berumur Sehari Menangis Dikerubungi Semut di Hutan

Dengan terus mengembangkan bawang warga bisa meningkatkan perekonomian, terlebih saat harga bawang sering naik pada moment tertentu.

Saat ini bawang yang dihasilkan oleh petani di Desa Banua Lawas memang masih dijual secara lokal, namun jika ditanam dalam jumlah banyak bisa jadi hasilnya akan dijual hingga ke luar daerah.

"Kami masih memerlukan dukungan dari dinas terkait untuk membantu warga dalam melakukan budidaya bawang merah, agar masa tanamnya bisa dilakukan sepanjang tahun," ujar Camat Banua Lawas Zainuddin.

Warga juga mengembangkan inovasi desa dengan mengembangkan perikanan tambak yang digabungkan dengan pertanian. Sehingga meskipun musim kemarau lahan pertanian masih bisa diairi dari sirkulasi air di perikanan yang berada tak jauh dari lahan pertanian.

"Kami juga akan mengembangkan pertanian dengan sistem hidroponik yang memanfaatkan tambak sebagai media tanamnya," tambahnya.

Inovasi desa ini mendapat dukungan dari Bupati Tabalong Anang Syakhfiani yang telah melakukan kunjungan beberapa kali ke lahan pertanian dan perikanan milik warga ini. (Banjarmasinpost.co.id/Reni Kurniawati)

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved