Mereka Bicara

Yth Kasatlantas Polresta Banjarmasin, Kenapa Tak Dirazia Mobil Pakai Lampu Strobo?

Yth Kasalantas Polresta Banjarmasin. Banyaknya mobil pribadi di jalan raya Banjarmasin yang pakai lampu strobo, apakah dibolehkan?

Yth Kasatlantas Polresta Banjarmasin, Kenapa Tak Dirazia Mobil Pakai Lampu Strobo?
kompas.com
ilustrasi lampu strobo 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Yth Kasalantas Polresta Banjarmasin. Banyaknya mobil pribadi di jalan raya Banjarmasin yang pakai lampu strobo, apakah dibolehkan?

Kalau tidak diperbolehkan, kenapa dibiarkan saja tanpa dirazia, mohon penjelasannya Ndan, terima kasih. 08125125688

TANGGAPAN:
KAMI ucapkan terima kasih atas pertanyaan yang saudara berikan kepada kami. Dapat kami jelaskan bahwa, penggunan sirene, lampu strobo, dan rotator ada aturannya tersendiri. Aturannya tercantum di Undang Undang dan tidak boleh tidak sesuai ketentuan yang berlaku.
Jika berbicara peraturan, penggunaan sirene, strobo, dan rotator ini sudah diatur dalam undang-undang nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Sudah menjadi tanggung jawab pihak kepolisan untuk menegakkan hukum apabila terjadi pelanggaran yang utamanya jika melanggar kepolisian menertibkan kendaraan bermotor yang masih nekat menggunakan sirene, lampu strobo, dan rotator yang tak sesuai ketentuan.

Berdasarkan UU No. 22 Tahun 2009 pasa 59 ayat (5) Pengguna lampu isyarat dan srene sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2): A. Lampu isyarat warna biru dan sirene digunakan untuk mobil petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia; B. Lampu isyarat warna merah dan sirene digunakan untuk mobil tahanan, pengawalan Tentara Nasional Indonesia, pemadam kebakaran, ambulans, palang merah, dan jenazah.

C. Lampu isyarat warna kuning tanpa sirene digunakan untuk mobil patroli jalan tol, pengawasan sarana dan Prasarana Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, perawatan dan pembersihan fasilitas umum, menderek Kendaraan, dan angkutan barang khusus.

Sanksi yang diberikan kepada pelanggar sesuai dalam UU, diatur sesuai ketentuan pidana Pasal 287 Ayat (4) UU No. 22 Tahun 2009, sebagai berikut: Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan yang melanggar ketentuan mengenai penggunaan atau hak utama bagi Kendaraan yang menggunakan alat peringatan dengan bunyi dan sinar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 59, Pasal 106 ayat (4) huruf f, atau pasal 134 dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp 250.000 (Dua ratus lima puluh ribu Rupiah). Demikian, kami ucapkan terima kasih, salam hormat.

Kasatlantas Polresta Banjarmasin Kompol Wibowo SIK MH
Ist/Polresta Banjarmasin

KOMPOL WIBOWO SIK
Kasatlantas Polresta Banjarmasin

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved