Sungaitiung Kampung Janda

Pendulangan Pumpung Makan Korban, Sungaitiung Jadi Kampung Janda, Tiga Hari Menikah Sudah Menjanda

Baru beberapa hari ini warga Jalan Transpol Ujung Murung RT 11 RW 3 Kelurahan Sungaitiung Kecamatan Cempaka Kota Banjarbaru tersebut menyandang

Pendulangan Pumpung Makan Korban, Sungaitiung Jadi Kampung Janda, Tiga Hari Menikah Sudah Menjanda
BPost Cetak
BPost edisi cetak Selasa (30/7/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Aliyah (38) menangis terisak-isak saat berkeluh-kesah mengenai kondisi yang dialami.

Kerudung lusuhnya beberapa kali dipakai untuk mengusap air mata yang mengalir di pipi.

Baru beberapa hari ini warga Jalan Transpol Ujung Murung RT 11 RW 3 Kelurahan Sungaitiung Kecamatan Cempaka Kota Banjarbaru tersebut menyandang status janda.

Suaminya, Supian Hadi (36) menjadi korban tewas dalam musibah tanah longsor di pendulangan intan Pumpung RT 31 RW 9 Kelurahan Sungaitiung, Selasa (23/7) siang.

Kejadian ini menambah panjang daftar penambang di Pumpung yang tewas.

Pada 8 April 2019, lima orang tewas akibat tertimbun longsor.

Baca: 2 Hal dari Roger Danuarta yang Tak Disukai Ayah Cut Meyriska Sebelum Lamaran, Sempat Tak Restui

Baca: Cueknya Reino Barack Saat Dipuji Syahrini Jadi Sorotan, Suami Incess Pilih Ngobrol dengan Sosok Ini

Baca: Bilik Asmara untuk Galih Ginanjar Ditanya ke Barbie Kumalasari, Begini Reaksi Seteru Nikita Mirzani

Banyaknya pria dewasa warga Sungaitiung yang tewas di lokasi pendulangan membuat daerah ini menjadi kampung janda.

Bukan hanya satu atau dua perempuan Sungaitiung yang menyandang status janda tapi puluhan.

Akibatnya mereka harus berjuang keras untuk menyambung hidup dan menghidupi anak.

"Saya cuma guru honorer. Gaji cuma ratusan ribu perbulan. Kini harus menghidupi anak tunggal saya yang sudah menginjak SMP kelas tiga. Saya sedih kehilangan suami yang baik," ucap Aliyah.

Halaman
123
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved