Breaking News:

Berita Kabupaten Banjar

Tahun Depan Stikes di Martapura ini Bakal Kembali Usulkan Prodi Baru

Kabar melegakan bagi masyarakat di Kalimantan Selatan (Kalsel), terutama warga Kabupaten Banjar.

Penulis: Idda Royani
Editor: Eka Dinayanti
banjarmasinpost.co.id/roy
Beberapa mahasiswa Stikes Intan Martapura berkegiatan di kampus setempat, kemarin. Lembaga pendidikan tinggi kesehatan ini memiliki fasilitas yang cukup lengkap termasuk tenaga pengajarnya 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Kabar melegakan bagi masyarakat di Kalimantan Selatan (Kalsel), terutama warga Kabupaten Banjar.

Ini menyusul bakal makin variatifnya disiplin ilmu di lembaga pendidikan tinggi bidang kesehatan.

Hal itu setidaknya bisa didapatkan di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Intan Martapura.

Satu-satunya stikes di Bumi Barakat ini saat ini sedang mempersiapkan diri untuk kembali membuka program studi (prodi) baru.

Apa itu? "Prodi Sarjana Keperawatan dan Profesi Ners. Insha Allah tahun depan akan kami usulkan ke Kemenristek Dikti," sebut Ketua Stikes Intan Martapura, Hj Zubaidah, Selasa (30/07/2019).

Baca: Kode Aneh Luna Maya dan Herjunot Ali Saat Bareng, Mantan Ariel NOAH Sampai Minta Ampun

Baca: Sinopsis Spider-Man Homecoming Tayang Perdana di Trans TV Malam Ini, Peter Parker vs Ayah Gebetan

Baca: Dapat Hidayah? Nazar Rey Utami, Istri Pablo Benua Setelah Keluar dari Penjara Kasus Fairuz A Rafiq

Baca: Bunga Selangit, SM Warga Korban Fintech di Solo: Pinjam Rp 5 Juta, 2 Bulan Tagihan Jadi Rp 75 Juta

Ia menuturkan sumber daya manusia (SDM) dan sarana prasarana yang dimiliki telah cukup memadai untuk membuka prodi baru tersebut.

Setidaknya saat ini telah ada 28 tenaga pengajar berpendidikan jenjang magister (S2).

Rinciannya, beber Zubaidah, lima orang magister keperawatan (mkep), mkep spesialis (anak, medikal bedah, jiwa, maternitas (ibu), dan komunitas) lima orang. Lalu, magister kebidanan (mkeb) satu orang, magister kesehatan (mkes) enam orang, dan mkes bidang rumah sakit enam orang.

"Selain itu ada empat orang lagi yang saat ini sedang tugas belajar (tubel). Rinciannya, dua orang tubel spesialis komunitas di Universitas Indonesia (UI), dan di Surabaya Mkep satu orang dan program doktor (S3) satu orang," sebut Zubaidah.

Sarana prasarana termasuk ruang belajar (kuliah) pun cukup memadai.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved