Berita Kalteng

Warga Sampit Rasakan Bau Menyengat Asap Kebakaran Lahan, Transportasi Sungai Mentaya Masih Lancar

Meski ketebalan kabut asap dampak kebakaran lahan di Sampit Kotim belum separah yang terjadi di Palangkaraya, namun cukup mengganggu aktivitas warga.

Warga Sampit Rasakan Bau Menyengat Asap Kebakaran Lahan, Transportasi Sungai Mentaya Masih Lancar
tribunkalteng.com/fathurahman
Kapal penumpang belum terganggu saat melewati Sungai Mentaya, Sampit, Kotim, meski sungai diselimuti kabut asap dampak kebakaran lahan di Kotim, Selasa (3072019) subuh. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, SAMPIT - Kebakaran lahan di musim kemarau tahun 2019 ini makin marak terjadi di Kalimantan Tengah, dampaknya kabut asap pun menyelimuti beberapa Kota di Kalteng, selain Palangkaraya, kabut asap juga menyelimuti Kota Sampit, Kotawaringin Timur.

Meski ketebalan kabut asap dampak kebakaran lahan di Sampit belum separah yang terjadi di Palangkaraya, namun cukup mengganggu, warga yang melakukan aktifitas diluar rumah terutama pengendara sepeda motor saat mobile di jalan raya dan pejalan kaki.

Warga Sampit, sejak beberapa hari ini mulai merasakan dampak kebakaran lahan yang terjadi dipinggiran kota, karena kabut asap disertai bau asap menyengat membuat pengendara terganggu karena hidung mencium bau menyengat asap,mata perih dan menyebabkan iritasi, dan memerah.

Baca: Kabut Asap Serang Kota Palangkaraya, Gubernur Libatkan Lembaga Adat Cegah Kebakaran Lahan

Lahan gambut dan semak belukar yang terbakar di Sampit juga cukup banyak, dan terjadi dipinggiran kota yang selama ini merupakan lahan yang tidak digarap atau lahan terlantar seperti kebakaran yang terjadi di Kelurahan Eka Bahurui, dalam beberapa hari ini.

Ada sekitar empat hektare lahan yang terbakar di kelurahan Eka Bahurui Kecamatan Mentawa Baru Ketapang Sampit, sehingga berdampak pada kabiut asap tipis yang menyelimuti Kota Sampit."Namun saat ini sudah tertangani kebakarannya," ujar Sumadi, salag satu petugas pemadaman kebakaran lahan, Selasa (30/7/2019).

Plt Kepala BPBD Kalteng, Mofit Saptono Subagio, mengatakan, pihaknya terus berupaya melakukan pemadaman kebakaran lahan tersebut, selain pemadaman lewat jalur darat, dalam beberapa hari ini pemadaman juga dilakukan melalui jalur udara."Harapan kami semua bisa teratasi dengan baik," ujar Mantan Wakil Wali Kota Palangkaraya ini.

Baca: BNPB Turunkan 1.512 Personil Padamkan Kebakaran Lahan Kalteng, 100 Desa Rawan Karhutla Diawasi

Sementara itu, kebakaran lahan yang berdampak asap dan menyelimuti Kota Sampit belum mengganggu penerbangan di Bandara H Asan maupun tidak mengganggu lalulintas Kapal di Sungai Mentaya, Sampit."Lalulintas kapal masih aman, meski pagi dan malam hari kadang Sungai Mentaya diselimuti asap," ujar Hadi salah seorang pengemudi kepala Phinisi di Sampit. (banjarmasinpost.co.id / faturahman)

Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved