Bulutangkis

Beasiswa Bulu Tangkis Djarum Foundation, KPAI: Masuk Eksploitasi Anak Terselubung

omisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) bidang Kesehatan dan NAPZA, Sitty Hikmawatty menyatakan kegiatan audisi beasiswa bulutangkis

Beasiswa Bulu Tangkis Djarum Foundation, KPAI: Masuk Eksploitasi Anak Terselubung
MUHAMMAD BAGAS/BOLA/BOLASPORT.COM
Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppie Rosimin, berbicara pada konferensi pers. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) bidang Kesehatan dan NAPZA, Sitty Hikmawatty menyatakan kegiatan audisi beasiswa bulutangkis Djarum Foundation di GOR KONI Bandung termasuk dalam bentuk eksploitasi anak secara terselubung.

Sitty Hikmawaty menyatakan kegiatan yang melibatkan anak-anak dan disponsori oleh industri rokok merupakan termasuk bentuk eksploitasi anak secara terselubung.

KPAI Memang pernah memanggil pihak Djarum Foundation terkait hal tersebut, namun menurutnya pengertian eksploitasi harus merujuk pada payung hukum yang ada di Indonesia.

"Pihak Djarum memang menolak dikatakan bahwa kegiatan tersebut sebagai bentuk eksploitasi, tapi tentu saja patokan eksploitasi ini harus kembali merujuk pada undang-undang ataupun payung hukum yang ada di Indonesia, bukan atas persepsi pihak tertentu," ujarnya seperti dikutip BolaSport.com dari Antara News.

Baca: Cristiano Ronaldo Kangen Sosok Pemain Kribo dari Real Madrid, Hubungan Dalam & Luar Lapangan

Baca: Anak Ajaib Juventus Kian Dekat dengan Klub Liga Inggris, Everton Rogoh Kocek Rp 468 Miliar

Baca: Laga Tunda Final Piala Indonesia 2019 - Persija Bantah Menolak Dikawal di Makassar

Pihak KPAI, lebih lanjut sangat menyayangkan audisi tersebut.

Mereka meminta Djarum Foundation untuk segera menghentikan kegiatan audisi yang masih akan dilaksanakan di beberapa kota selain Bandung.

"KPAI sudah menyurati beberapa kementerian dan lembaga yang memiliki korelasi kuat dengan upaya perlindungan sepenuhnya anak dari eksploitasi rokok," kata Sitti.

Menurutnya, anak-anak harusnya tidak dipapari oleh iklan rokok dan dalam hal ini Kementerian Pemuda dan Olahraga, harusnya memfasilitasi kegiatan olahraga seperti Bulu Tangkis, bukan pihak swasta seperti Djarum.

"Tentu upaya-upaya untuk membatasi dan mengatasi keterpaparan anak oleh rokok harus lebih digiatkan lagi," ujar Sitti.

"Berikan perlindungan sepenuhnya pada anak dengan menjaga mereka dari bentuk-bentuk kegiatan yang tanpa disadari justru malah merupakan sebuah bentuk eksploitasi terselubung," tambahnya.

Halaman
12
Editor: Didik Trio
Sumber: BolaSport.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved