Kriminalitas Batola

Coba Rudapaksa Adik Ipar di Bawah Ancaman Parang, Warga Bakumpai Batola Dibekuk Polisi

Kelakuan tidak senonoh ditunjukkan oleh MM,(26), warga Kecamatan Bakumpai, Kabupatn Batola. Bukannya bersyukur punya istri, malah mengincar adik ipar.

Coba Rudapaksa Adik Ipar di Bawah Ancaman Parang, Warga Bakumpai Batola Dibekuk Polisi
banjarmasinpost.co.id/edi nugroho
MM (bertutup masker), pelaku percobaan tindak pidana asusila adik ipar tertunduk malu saat KBO Satreskrim Polres Batola Ipda Ma’rum melakukan gelar perkara, Rabu (31/7/19). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Kelakuan tidak senonoh ditunjukkan oleh MM (26), warga Kecamatan Bakumpai, Kabupatn Batola. Bukannya bersyukur punya istri, malah mengincar adik iparnya, bunga, bukan nama sebenarnya untuk memuaskan napsu birahi.

Kontan perbuatan MM ini menimbulkan amarah keluarga korban dan melaporkan perbuatan bejat MM ke polisi.

KBO Satreskrim Polres Batola, Ipda Ma’rum, saat mendampingi Kapolres AKBP Mugi Sekar Jaya, Rabu (31/7/19) menjelaskan peristiwa percobaan asusila itu terjadi 6 Juli lalu sekitar pukul 03:00 Wita.

Korban yang saat tengah lelap. Tiba-tiba mendengar seperti ada orang datang di depan rumah. Mengira yang datang orangtuanya setelah mencari ikan di Sungai Barito, korban membukakan pintu tanpa lebih dulu melihat siapa yang datang.

“Tak lama kembali ke tempat tidur, korban terkejut saat tubuhnya tiba-tiba ditindihi. Untuk menakuti korban, pelaku mengancam dengan parang,” kata Ma’rum.

Baca: NEWSVIDEO : Pemusnahan Barang Bukti Narkoba Polres Banjarbaru, Ratusan Gram Sabu dan Inex Diblender

Ma’rum menjelaskan di bawah ancaman parang sepanjang 87 cm, korban meminta pelaku jangan meneruskan niatnya. Tetapi dijawab pelaku tidak apa-apa dan hanya sebentar saja. Korban berontak, sehingga tangan pelaku yang membekap mulut korban pun terlepas.

Kesempatan itu dimanfaatkan korban berteriak meminta tolong. Teriakan minta tolong korban, membuat MM melarikan diri melalui pintu depan dengan parang tertinggal. Oleh korban, peristiwa itu kemudian dilaporkan ke pamannya yang rumah masih bersebelahan.

“Saat itu juga keluarga korban melaporkan perbuatan MM ke Polsek Bakumpai,” tegasnya.

Aparat Polsek Bakumpai yang mendapat laporan langsung bergerak cepat. Setelah melakukan olah TKP dan memeriksa saksi-saksi, aparta langsung mengamankan pelaku. “Setelah diinterogasi, pelaku mengakui perbuatannya,” ucap Ma’rum.

Atas perbuatannya, MM disangkakan melakukan Tindak Pidana Perlindungan Anak, sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 82 ayat (1) UU RI No: 35/2014 Jo pasal 53 KUHP dan pasal 80 ayat (1) UU RI No: 35/2014.

Menurut Ma’rum, ancaman hukuman untuk MM paling rendah 5 tahun penjara, dan paling tinggi 15 tahun penjara. Diharapkan atas kejadian ini, warga yang mempunyai anak perempuan itu untuk lebih berhati-hati terhadap ancaman tindak asusila seperti ini. (banjarmasinpost.co.id/ogi).

Penulis: Edi Nugroho
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved