Pemindahan Ibu Kota RI

Dukung Pemindahan Ibu Kota, Bappeda Kalteng Sudah Melakukan Ekspos Memaparkan Potensi ini

Sedangkan Kepala Bappeda Kalteng, Yuren S Bahat, mengatakan pihaknya sudah melakukan langkah-langkah untuk mendorong pemindahan ibu kota ke Kalteng.

Dukung Pemindahan Ibu Kota, Bappeda Kalteng Sudah Melakukan Ekspos Memaparkan Potensi ini
BPost Cetak
BPost edisi cetak Rabu (31/7/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Sedangkan Kepala Bappeda Kalteng, Yuren S Bahat, mengatakan pihaknya sudah melakukan langkah-langkah untuk mendorong pemindahan ibu kota ke Kalteng.

Di antaranya beberapa kali melakukan ekspos untuk menunjukkan Kalteng sangat bagus untuk dijadikan pengganti Jakarta.

Dialog publik juga dilakukan.

"Semua potensi Kalteng sudah kami paparkan di tingkat pusat dan daerah," ujarnya.

Seorang tokoh Kalteng, Sabran Ahmad, mengatakan wacana pemindahan ibu kota ke Palangkaraya sudah ada sejak 62 tahun silam saat kota ini ditetapkan sebagai Ibu Kota Kalimantan Tengah.

Baca: Walhi Kalteng Menilai Penunjukkan Kalimantan sebagai Calon ibu Kota Terkesan Otoriter

Baca: Kilah Ayu Ting Ting Soal Kartu Identitas Bilqis Tanpa Nama Enji, Ada Berkaitan Ivan Gunawan?

Baca: Terungkap Alasan Kucing Oranye Jadi Perbincangan di Twitter, Facebook hingga Instagram

Baca: Sempat Ucapkan Pamit, Ria Ricis Bicara soal Penghasilan Rp 2 Miliar dari YouTube

Bahkan tata kota Palangkaraya sudah dirancang Soekarno sebagai ibu kota negara.

“Kami sebagai warga lokal sangat mendukung rencana pemindahan ibu kota negara ke Kalteng, namun itu harus tetap memperhatikan masyarakat lokal," ujarnya.

Dukungan ibu kota negara pindah ke Kalteng juga datang dari Rektor Universitas Palangkaraya (UPR), Andrie Elia Embang.

Ketua Harian Dewan Adat Dayak (DAD) Kalteng ini menyatakan semua kajian mengenai rencana pemindahan ibu kota ke Kalimantan sudah dilakukan, sehingga Kalimantan memang dianggap layak untuk menjadi lokasi ibu kota negara.

"Semua warga Kalimantan sepakat dan mendukung rencana pemindahan ibu kota negara ke Pulau Borneo ini. Terbukti, perwakilan rakyat dan tokoh Dayak se-Kalimantan sudah membuat kesepakatan dukungan di Tugu Soekarono di Palangkaraya," ujarnya.

Andrie mengatakan banyak sekali keuntungan ketika Kalimantan ditetapkan sebagai ibu kota.

Akan banyak dana untuk pembangunan di pulau ini.

"Inilah saatnya Pulau Kalimantan mempercepat pembangunanya, yang selama ini lama ditunggu. Karena selama ini Kalimantan masih jauh tertinggal dari Pulau Jawa,” ujarnya.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved