Pemindahan Ibu Kota RI

Ibu Kota RI Pindah, 1,5 Juta Penduduk Ikut Berkurang di Jakarta, Pemprov DKI Bisa Melakukan ini

Pengamat tata kota, Yayat Supriatna, mengatakan baik atau tidaknya perpindahan ibu kota bagi DKI Jakarta ditentukan oleh Pemerintah Provinsi DKI

Ibu Kota RI Pindah, 1,5 Juta Penduduk Ikut Berkurang di Jakarta, Pemprov DKI Bisa Melakukan ini
BPost Cetak
BPost edisi cetak Rabu (31/7/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Pengamat tata kota, Yayat Supriatna, mengatakan baik atau tidaknya perpindahan ibu kota bagi DKI Jakarta ditentukan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

"Itu tergantung Pemprov DKI, apakah mereka mau menata ulang kota atau tidak. Setelah (ibu kota) pindah, mau diapakan?" ujar Yayat ketika dihubungi Kompas.com pada Selasa (30/7).

Pemindahan ibu kota akan berdampak besar bagi Jakarta, khususnya terhadap tingkat kepadatan penduduk.

Ibu kota yang baru rencananya akan menampung 1,5 juta penduduk.

Artinya ada 1,5 juta penduduk yang biasa beraktivitas di Jakarta pindah ke ibu kota baru.

Baca: Terungkap Alasan Kucing Oranye Jadi Perbincangan di Twitter, Facebook hingga Instagram

Baca: Belum Seminggu Nikah, Siti Badriah Tepergok Dicium Pria Lain Beredar di Video, Krisjiana Ngaku Murka

Baca: Pemerintah Memerlukan Dana Rp 446 Triliun untuk Ibu Kota Baru untuk Pembangunan ini

Baca: Sempat Ucapkan Pamit, Ria Ricis Bicara soal Penghasilan Rp 2 Miliar dari YouTube

"Ada kemungkinan kita bisa menekan kepadatan lalu lintas, polusi udara, dan kepadatan permukiman" kata Yayat.

Perpindahan itu tentu juga memberikan kesempatan kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk melakukan revisi tata ruang.

Sebab, selama ini Jakarta kerap tergantung pemerintah pusat.

Itu karena beberapa persoalan ikut ditangani pemerintah pusat.

"Sekarang Kali Ciliwung ditangani Kementerian PUPR, tapi nanti mungkin saja enggak jadi prioritas lagi. Kementerian akan memberikan konsentrasi ke penataan ulang sungai-sungai yang ada di Kalimantan," ungkap Yayat.

"Intinya di Pemprov DKI. Lebih bagus, lebih padat, lebih terstruktur, mau jadi apa Jakarta itu tergantung dari revisi tata ruang yang dilakukan" ungkap Yayat.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved