Berita Tabalong

Polres Tabalong Gelar Operasi Operasi Bina Karuna Intan 2019 Selama 15 Hari Untuk Cegah Karhutla

Kompol Joko Sutopo, S.Sos menambahkan kegiatan juga dilakukan dengan mendatangi ke rumah warga dan memberikan imbauan langsung ke 65 rumah warga.

Polres Tabalong Gelar Operasi Operasi Bina Karuna Intan 2019 Selama 15 Hari Untuk Cegah Karhutla
banjarmasinpost.co.id/reni kurniawati
Kabag Ops Polres Tabalong Kompol Joko Sutopo, S.Sos_wm 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNGPolres Tabalong telah menggelar Operasi Bina Karuna Intan 2019 pada 13 hingga 27 Juli lalu, operasi selama 15 hari ini melibatkan Satuan Binmas dan Satuan Intelkam Polres Tabalong. Kegiatan ini sebagai upaya dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Tabalong.

Kapolres Tabalong AKBP Hardiono, S.Ik melalui Kabag Ops Kompol Joko Sutopo, S.Sos mengatakan Operasi Bina Karuna Intan 2019 diwujudkan dalam kegiatan preventif dengan cara melakukan kegiatan deteksi dini 69 kali.

“Kami juga melakukan pembinaan kepada warga sebanyak 78 kali, kegiatan ini mendapat dukungan dari warga yang juga antusias dalam setiap kegiatan yang digelas,” ujarnya.

Kompol Joko Sutopo, S.Sos menambahkan kegiatan juga dilakukan dengan mendatangi ke rumah warga dan memberikan imbauan langsung, setidakmya ada 65 rumah warga yang telah di datangi oleh anggota Polres Tabalong dan memberikan sosialisasi mengenai Karhutla.

Baca: Empat Warga Gagal Pesta Sabu, Sasresnarkoba Polres Tanbu Temukan 13 Paket dan Pipet Berisi Sabu

Baca: Hadapi Pilkades Serentak, Polres Balangan Gelar Apel Kesiapan Pengamanan

Koordinasi yang dilakukan bukan hanya kepada masyarakat namun juga pihak lain seperti pemerintah daerah, instansi terkait serta pihak perusahaan yang bergerak dibidang perkebunan. Kegiatan yang melibatkan pihak ketiga ini dilakukan sebanyak 12 kali.

Koordinasi dengan instansi terkait dan pihak perusahaan yang bergerak dibidang perkebunan 12 kali, Anggota Polres Tabalong juga memasang spanduk sebagai upaya sosialisasi kepada wargas sebanyak 56 kali dan menyebarkan selebaran imbauan sebanyak 43 kali.

Kegiatan ini diharapkan bisa memberikan pengertian kepada masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan. "Semoga pola pikir masyarakat kabupaten Tabalong yang tadinya budaya membuka lahan yang dianggap efektif dan efisien serta biaya yang murah kiranya dapat dihentikan"ujarnya.

Dikarenakan perbuatan membuka lahan dan hutan dengan cara membakar dapat menimbulkan dampak negatif yang merusak ekosistem dan musnahnya flora dan fauna yang tumbuh dan hidup di hutan.

"Kemudian menimbulkan kabut asap yang dapat menyebabkan penyakit saluran pernafasan serta mengganggu jarak pandang, terutama untuk transportasi penerbangan", ucap Kabag Ops Kompol Joko Sutopo, S.Sos. (Banjarmasinpost.co.id/Reni Kurniawati)

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved