B Focus Pesisir

Puluhan Tahun Saat Kemarau Tiba, Masalah ini Selalu Menghantui Penduduk Desa Pantaiharapan

Kemarau selalu menjadi momok bagi warga Desa Pantaiharapan, Kecamatan Bumimakmur, Kabupaten Tanahlaut.

Puluhan Tahun Saat Kemarau Tiba, Masalah ini Selalu Menghantui Penduduk Desa Pantaiharapan
BPost Cetak
B Focus edisi cetak Rabu (31/7/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Kemarau selalu menjadi momok bagi warga Desa Pantaiharapan, Kecamatan Bumimakmur, Kabupaten Tanahlaut.

Momok itu, bukan terkait masalah pertanian ataupun perkebunan, tetapi menyangkut kebutuhan hidup primer serhari-hari, air bersih.

Ya, setiap kemarau warga di desa ini harus mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli air bersih, paling sedikit Rp 6.000 per hari.

Untungnya, untuk kebutuhan lain, seperti cuci dan mandi, masih ada sumur bor yang bisa dipakai.

Kesulitan air bersih ini ternyata sudah dirasakan warga Pantaiharapan selama puluhan tahun.

Baca: Tagar #Atta Trending Twitter, Warganet Tolak Youtuber Teman Putri Ashanty & Anang, Aurel Hermansyah

Baca: Video Kucing Orenye Ini Hampir Tembus Satu Juta Penonton, Lihat Aksi Lucu Si Kocheng Oren

Baca: Usia Kehamilan Syahrini Dibahas Aisyahrani, Istri Reino Barack Blak-blakan Soal Sudah Berbadan Dua

Baca: Kilah Ayu Ting Ting Soal Kartu Identitas Bilqis Tanpa Nama Enji, Ada Berkaitan Ivan Gunawan?

Ketika hujan, mereka menyediakan tempat untuk menampung air.

Ada yang menggunakan tandon air pengadaan desa, ada juga yang memanfaatkan tong sendiri.

Fatum contohnya. Warga Desa Pantaiharapan ini, memiliki tempat penyimpanan air.

Ia juga mengolah saluran penampungan yang berfungsi kala hujan.

Sementara karena kemarau, air di dalam tong pun habis.

Ia hanya bisa memanfaatkan air sumur bor untuk keperluan sehari-hari.

Terkecuali untuk dikonsumsi.

"Begitulah kalau disini. Kami mendapatkan air bersih susah. Ketika musim hujan harus menampung air dan itulah yang digunakan untuk minum. Sementara ketika kemarau seperti ini, kering. Artinya kami harus membeli air di luaran sana. Biasanya ada yang berjualan masuk ke desa," ucap Fatum, Selasa (30/7).

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved