Normalisasi Sungai

Saat Menambah Bangunan di Atas Sungai, Mistan Minta Izin Petugas Berwenang dengan Syarat ini

Saat BPost melakukan pemantauan langsung, Selasa (30/7) siang, terlihat beberapa bangunan tampak berdiri di bantaran Sungai Belasung.

Saat Menambah Bangunan di Atas Sungai, Mistan Minta Izin Petugas Berwenang dengan Syarat ini
BPost Cetak
Blitz edisi cetak Rabu (31/7/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Saat BPost melakukan pemantauan langsung, Selasa (30/7) siang, terlihat beberapa bangunan tampak berdiri di bantaran Sungai Belasung.

Salah satunya di RT 3 Jalan Pangeran Samudera Kelurahan Kertak Baru Ilir Kecamatan Banjarmasin Tengah, bangunan tersebut adalah milik Mistan.

Perempuan berusia 72 tahun itu mengaku sudah tinggal di bantaran Sungai Belasung sejak sekitar 50 tahun.

Di bangunan itu pula ia semula bersama suaminya membesarkan anak-anaknya hingga menyandang status janda dan bercucu sampai sekarang.

"Anak saya sebetulnya ada 12 orang. Cuman sekarang sudah mencar-mencar. Jadi di sini tinggal saya, anak, menantu dan cucu satu saja lagi," ujarnya.

Baca: Pemilik Bersedia Membongkar Bangunan di Atas Sungai, Minta Pemerintah Tak Tebang Pilih

Baca: Pemko Banjarmasin akan Menata Sungai Belasung, Pemilik Bangunan Liar Diberi Tenggat Waktu Segini

Baca: Siap-Siap! Seleksi Masuk Universitas Indonesia (UI) Diumumkan Hari Ini, Lihat Hasilnya KLIK LINK Ini

Baca: Pengeluaran Pajak Mobil Mewah Raffi Ahmad & Nagita Slavina Terbongkar, untuk Range Rover Saja Segini

Mistan tidak menampik sebelumnya rumah ia itu memang hanya berada di bantaran Sungai Belasung.

Namun melihat masih ada ruang terutama di atas Sungai Belasung, puluhan tahun lalu itulah ia berinisiatif untuk menambah bangunan memanjang ke belakan hingga menutup saluran sungai.

"Iya dulu awalnya memang sampai sini. Cuma karena ada ruang, kami coba bangun ke sedikit ke belakang," ujarnya.

Meskipun demikian, pembangunan tidak serta merta ia lakukan secara sepihak.

Melainkan Mistan mengaku sudah meminta izin kepada pegawai dinas terkait yang mengawasi sungai.

Selain itu, dalam proses pembangunan tentu juga ada syarat-syarat yang harus dipenuhinya ke depan.

Syarat itu yakni ia harus bersedia membongkar bangunan tersebut, bila mana keberadaan sungai kembali dibutuhkan.

"Jadi bukannya kami tidak tahu, tapi sebenarnya kami tahu. Makanya meskipun nanti dibongkar, saya sebetulnya tidak masalah, karena kesepakatan dulu memang seperti itu," aku Mistan.

Menurut Mistan, lain halnya jika pemerintah ke depan membongkar keseluruhan bangunan yang ditempatinya saat ini.

Tentu hal tersebut pun akan membuat pihaknya kebingungan terutama dalam hal tempat tinggal.

Karena menurut perempuan berstatus janda itu, ia hanya bergantung pada satu-satunya bangunan itu.

"Ini pun sebetulnya bukan tanah kami, melainkan pinjam. Makanya meski sempat diusulkan mendapatkan program bedah rumah, selalu gagal karena status tanah tadi," ungkap Mistan yang siang itu juga menunjukkan kondisi rumahnya.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved