Sering Isi Ulang Botol Air Plastik? Hentikan Mulai Sekarang, ini Risikonya bagi Kesehatan

Banyak orang tak rela membuang botol kemasan air minum dan memilih untuk kembali mengisinya.

Sering Isi Ulang Botol Air Plastik? Hentikan Mulai Sekarang, ini Risikonya bagi Kesehatan
kompas.com/Wikimediacommons/Effeietssanders
Ilustrasi botol plastik 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Banyak orang tak rela membuang botol kemasan air minum dan memilih untuk kembali mengisinya.

Meski terdengar ramah lingkungan, kebiasaan semacam ini ternyata buruk untuk kesehatan.

Menurut para ahli, botol air minum mengandung Bisphenol A atau BPA alias bahan kimia yang digunakan untuk memproduksi plastik.

Bahan kimia ini berbahaya dan dapat larut dalam air serta dapat menumbuhkan bakteri berbahaya pada celah botol.

Kent Atherton CEO PuriBloc technology, perusahaan teknologi pemurnian air, banyak orang yang membeli botol air plastik dan melakukan isi ulang tanpa tahu risikonya.

Baca: Masih Pengantin Baru! Foto Tanpa Busana Siti Badriah dan Krisjiana di Kolam Renang Beredar & Disorot

Baca: Isi Chat WA Putri Nikita Mirzani dan Putra Denny Cagur Dibongkar, Ternyata Ada Fakta Tak Terduga

Baca: Kelemahan Ahok BTP yang Sudah Terjadi Sejak Masih Bersama Veronica Tan Terungkap, Ada dalam Mulutnya

Baca: Pria yang Diduga Menghabisi Ayah Idola K-pop Kim Samuel Produce 101 Ditangkap Polisi Meksiko

"Bahkan produk bebas BPA tidak aman karena produsen sekarang mengganti bahan kimia estrogenik lainnya, yang tidak diketahui secara luas, dapat menimbulkan bahaya yang sama bagi kesehatan manusia," ungkap dia.

Bahan kimia estrogenik ini dapat memiliki efek negatif pada keseimbangan hormon manusia, tetapi potensi bahaya botol air plastik tidak berhenti di situ.

Dalam sebuah penelitian terhadap 259 botol air plastik di State University of New York, Fredonia, AS, terungkap, 93 persen botol tersebut mengalami beberapa bentuk kontaminasi mikroplastik.
Selain itu, botol plastik sekali pakai sebagian besar terbuat dari polietilen tereftalat atau PET, yang aman digunakan.

Namun, botol tersebut tidak dapat digunakan kembali karena dapat melarutkan bahan kimia ke dalam air yang kita minum jika dipanaskan atau tergores.

Menurut Profesor Stephanie Liberatore dalam jurnal akademik The Science Teacher, botol atau wadah air tentu sering bersentuhan dengan mulut dan tangan.

Halaman
12
Editor: Edinayanti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved