Berita Batola

Tergoda Bujuk Rayu Dukun Pengganda Uang, Korban Dikibuli Tersangka Hingga Rp158 Juta

Wati alias Mama Rini alias Nenek (41), warga Jl Lepasan RT 14 RW.05, Kecamatan Bakumpai, Batola tersangka pengganda uang tertunduk malu

Tergoda Bujuk Rayu Dukun Pengganda Uang, Korban Dikibuli Tersangka Hingga Rp158 Juta
edi nugro
WATI alias Mama Rini alias Nenek (41), Warga Jl Lepasan RT 14 RW.05, Kecamatan Bakumpai, Batola tersangka pengganda uang saat gelar perkara di Polres Batola, Selasa (30/7/19) siang. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Wati alias Mama Rini alias Nenek (41), warga Jl Lepasan RT 14 RW.05, Kecamatan Bakumpai, Batola tersangka pengganda uang saat gelar perkara di Polres Batola hanya bisa tertunduk malu, Selasa (30/7/19) siang.

Mama Rini dengan modus penipuan penggandaan uang, korba Darmekliy alias Mikli, warga Jl. Panglima Wangkang No 23 RT 07 RW 03, Kelurahan Marabahan Kota, Kecamatan Marabahan, Batola. diperdaya hingga mengalami kerugian sekitar Rp158 juta.

Dalam jumpa pers, KBO Satreskrim Polres Batola, Ipda Ma’rum, saat mendampingi Kapolres AKBP Mugi Sekar Jaya, menyatakan, peristiwa penipuan tersebut bermula pada September 2018, sekitar pukul 11: 00 Wita.

Korban yang saat itu ada di warungnya di Jl Pahlawan, Marabahan Kota, didatangi pelaku. Singkat cerita, pelaku menceritakan ada orang sakti yang bisa menggandakan uang.

Baca: Sejak Kecil Rajin Berlatih, Dara Cantik Berhijab Kini Menjadi Pedangdut dari Panggung Ke Panggung

Baca: Ditarget Desember Selesai, Normalisasi dan Siring Sungai Rimba Diharapkan Atasi Banjir

Baca: Musim Event Wisuda, Bisnis Buket Bunga di Banjarmasin Kebanjiran Orderan

Baca: Warga Belawang Batola Nekad Bakar Rumah Sendiri, Bahri Tewas dengan Kondisi Gosong

Mendengar ada ‘orang sakti’ itu, rupanya membuat korban tertarik. Oleh pelaku, korban diberikan nomor telepon orang ‘sakti’ tersebut.

Belakangan diketahui, orang sakti yang dimaksud adalah pelaku sendiri.

Melalui sambungan telepon, pelaku yang dihubungi korban mengaku selain bisa menggandakan uang,

juga bisa membuatkan jimat untuk penglaris warung. Untuk syarat cukup menyiapkan uang Rp1 juta dan berbagai jenis bunga untuk sesajen.

“Pada 5 September 2018 korban mentransfer ke rekening pelaku,” terang Ma’rum.

Dijelaskan Ma’rum, dengan bujuk rayu pelaku, korban yang masih belum sadar kena tipu, terus mentransfer uang berulang-ulang hingga 12 kali transaksi yang totalnya berjumlah Rp158 juta.

Halaman
12
Penulis: Edi Nugroho
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved