Berita Banjarbaru

Kasus Bayi Dikubur di Landasan Ulin Banjarbaru Terungkap, Hasil Hubungan Gelap, Pelaku di Bawah Umur

Wakapolres Banjarbaru, Kompol Andik Eko Siswanto mengatakan pelaku berjumlah tiga orang yang masih dibawah umur.

Kasus Bayi Dikubur di Landasan Ulin Banjarbaru Terungkap, Hasil Hubungan Gelap, Pelaku di Bawah Umur
banjarmasinpost.co.id/aprianto
Waka Polres Banjarbaru saat konferensi pers pengungkapan kasus penemuan mayat bayi di Landasan Ulin Banjarbaru di Polres Banjarbaru, Kamis (1/8/2019). 

BANJARMASIN POST.CO.ID, BANJARBARU - Kasus bayi laki-laki dalam kondisi sudah tidak bernyawa di Jalan Peramuan Rt 11 Rw 003 Rw Kelurahan Landasan Ulin Tengah Kecamatan Liang Anggang Kota Banjarbaru akhirnya terkuak.

Satreskrim Polres Banjarbaru dan Polsek Banjarbaru Barat akhirnya berhasil mengungkap sosok pembuang bayi tidak berdosa yang terjadi di jalan Peramuan, Awang Baruh RT 11 RW 003 Kelurahan Landasan Ulin Tengah, Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru.

Wakapolres Banjarbaru, Kompol Andik Eko Siswanto mengatakan pelaku berjumlah tiga orang yang masih di bawah umur.

Dua pelaku sebut saja bunga dan kumpang merupakan pasangan Sijoli namun belum menikah. Satu lagi, temannya Kumbang yang ikut membantu mengubur bayi.

"Kita sudah lakukan pemeriksaan terhadap tiga orang tersangka masih yang dibawah umur. Bayi itu hasil dari hubungan gelap mereka dan keduanya menggugurkan kandungannya secara sengaja atau Aborsi," katanya Kompol Andik, Kamis, (1/8/2019).

Setelah bayi yang tidak berdosa itu sengaja digugurkan, lalu mereka menguburkan ke kawasan landasan Ulin.

Kumbang dan temannya membawa jasad bayi yang sudah tidak bernyawa lagi itu dengan dua sepeda motor. Mereka juga membawa cangkul sebagai alat untuk mengubur jasad bayi.

"Karena ketakutan hamil diluar nikah, bunga dan kumbang melakukan aborsi," lanjutnya.

Dari hasil pemeriksaan pihak Kepolisian, ungkap Wakapolres Banjarbaru, diketahui kedua tersangka Bunga dan Kumbang masih bersekolah dijenjang SMA dan bertempat tinggal di Banjarbaru.

"Mereka sudah berhubungan sebanyak 4 kali. Karena hamil, mereka takut dan melakukan aborsi dengan meminum obat-obatan. Bayi laki-laki tersebut meninggal dunia di usia tujuh bulan saat keluar dari perut," lanjutnya.

Halaman
12
Penulis: Aprianto
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved