Berita Kotabaru

Lanal Kotabaru dan Basarnas Kotabaru Sidak ke Kapal, Lakukan Pengecekan Safety Equipment

Sinergitas antara Pangjalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Kotabaru dan unsur maritim di Kabupaten Kotabaru terus terbina dengan baik.

Lanal Kotabaru dan Basarnas Kotabaru Sidak ke Kapal, Lakukan Pengecekan Safety Equipment
Istimewa
Lanal dan Basarnas Kotabaru Lakukan pemasangan alat keselamatan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Sinergitas antara Pangjalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Kotabaru dan unsur maritim di Kabupaten Kotabaru terus terbina dengan baik.

Kali ini, Danlanal Kotabaru Letkol Laut (P)Guruh Dwi Yudhanto S, ST bersama Basarnas Kotabaru melakukan kegiatan bersama. Guruh menyampaikan Lanal Kotabaru bersama Basarnas melaksanakan kegiatan pengecekan Safety Equipment dan sosialisasi.

Sasaran dari kegiatan tersebut adalah kapal yang melintas di Selat Laut Kotabaru yang berlangsung pada Rabu (31/7/19) kemarin. Lanal dan Basarnas memberikan pemahaman kepada abk.

Satu diantaranya yakni tentang safety equipment diatas kapal adalah EPIRB (Emergency Position Indicating Radio Beacon). Ini adalah alat yang mempunyai fungsi memancarkan sinyal marabahaya pada kapal, apabila kapal mengalami marabahaya.

Tim bergerak dengan menggunakan unsur Sea Reder Lanal Kotabaru yang dipimpin langsung oleh Pasops Lanal Kotabaru.

Baca: Gangguan Kejiwaan Pablo Benua Suami Rey Utami yang Suka Belagak Tajir Kini Jadi Tersangka

Baca: 10 Pemain Terbaik Nominasi FIFA, Messi & Ronaldo Harus Melawan Pemain Kelebihan Berat Badan

Baca: Jadwal Babak Kedua Thailand Open 2019 - 11 Wakil Indonesia Lanjutkan Perjuangan, Marcus/Kevin Main!

Menurut Danlanal Kotabaru, tujuan sosialisasi ini, agar pemilik kapal dan pelaku usaha di Laut bisa bersama sama menjaga pemakaian alat tersebut. Alat tersebut agar tidak pindah tangan atau digunakan tidak sesuai fungsinya.

"Sesuai dg UU no.29/2014 tentang Pencarian dan Pertolongan, EPIRB wajib berada diatas kapal. Pasal 82 menyebutkan setiap orang yang dengan sengaja merusak atau memindahkan sarana Pencarian dan Pertolongan yang mengakibatkan terganggunya fungsi sarana Pencarian dan Pertolongan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 56, dikenai pidana penjara paling lama 2 tahun atau pidana denda paling banyak Rp1 miliar, " katanya.

Sementara itu, Pasal 83 berbunyi setiap orang yang menyalahgunakan alat komunikasi dan alat pemancar sinyal mara bahaya yang memberikan informasi Kecelakaan, Bencana , atau Kondisi Membahayakan Manusia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 72 dikenai pidana penjara paling lama 5 tahun atau pidana denda paling banyak Rp1 miliar.

"Ini adalah alat keselamatan dan jangan sampai disalah gunakan atau dipindahkan, " katanya.

Sementara itu, Kapos Basarnas Teguh Prasetyo juga menyampaikan jika Basarnas bisa meregistrasikan EPIRB tanpa dipungut biaya. Guna alat itu adalah untuk memudahkan pendataan kapal itu sendiri. (banjarmasinpost.co.id/man hidayat)

Penulis: Man Hidayat
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved