Ekonomi dan Bisnis

Langsung ke Mekkah, Calon Jemaah Haji Travellindo Dijanjikan Berangkat 6 Agustus 2019

Setelah bertolak dari Jakarta menuju Banjarmasin, Penanggung Jawab PT Travellindo Banjarmasin, Supriadi akhirnya bertatap muka dengan 50 lebih calon

Langsung ke Mekkah, Calon Jemaah Haji Travellindo Dijanjikan Berangkat 6 Agustus 2019
banjarmasinpost.co.id/mariana
Penanggung Jawab PT Travellindo Banjarmasin, Supriadi 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Setelah bertolak dari Jakarta menuju Banjarmasin, Penanggung Jawab PT Travellindo Banjarmasin, Supriadi akhirnya bertatap muka dengan 50 lebih calon jemaah haji plus yang terancam gagal berangkat, Kamis (1/8/2019) malam.

Berlangsung di lantai 2 kantor PT Travellindo Banjarmasin, negosiasi berlangsung alot antara Supriadi dan calon jemaah haji.
Diskusi panjang tersebut berlangsung hingga dini hari sekitar pukul 02.00 Wita, Jumat (2/8/2019).

Usai pertemuan, selaku penanggung Jawab PT Travellindo Banjarmasin Supriadi mengatakan, hanya terjadi kesalahpahaman lantaran karyawan baru kurang mampu memberikan penjelasan terkait masalah visa.

Baca: Respons Gading Marten Saat Gempita Sebut Kekasih Gisella Anastasia Buat Ussy dan Andhika Tertawa

Baca: Isi Chat Ivan Gunawan Jadi Bukti Syahrini Hamil, Istri Reino Barack Sebut Tahan

Baca: Duet Maia Estianty dan Mulan Jameela di Duo Ratu Bakal Gegerkan Tanah Air Dibahas Denny Darko

"Mereka masih staf baru, karena staf Travellindo yang lama sudah banyak yang resign jadi mereka kurang pas dalam menjelaskan ke jemaah," kata Supriadi kepada Banjarmasinpost.co.id.

Ditambahkannya, setiap tahun tradisinya calon jemaah Haji Travellindo selalu berangkat di program akhir langsung menuju Mekkah dan tidak ke Madinah.

Supriadi pun menjanjikan calon jemaah Haji akan berangkat paling lambat, Selasa (6/8/2019).

Diperkirakan Senin (5/8/2019) Visa akan keluar, pengurusan visa dilakukan Senin lantaran Sabtu dan Minggu libur

Dia juga membantah adanya informasi yang berkembang di masyarakat yang menyatakan jaemaah diminta uang tambahan sebesar Rp 60 juta agar bisa berangkat.

"Calon jemaah harus nambah Rp 60 juta itu hoax, saya saja tidak tahu tentang itu," tutupnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Mariana)

Penulis: Mariana
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved