Breaking News:

Berita Kabupaten Banjar

SAH! Wakil III Galuh Kabupaten Banjar 2018 Ini Jadi Anggota Persit, Akad Nikah di Tanahbumbu

Wakil III Galuh Kabupaten Banjar 2018 yakni Aulia Agustina resmi menjadi salah seorang anggota Persatuan Istri Prajurit atau Persit

Penulis: Aya Sugianto | Editor: Didik Triomarsidi
Aau untuk banjarmasinpost.co.id
Aau dan suaminya Serda Wahyudinoor Wibowo 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Wakil III Galuh Kabupaten Banjar 2018 yakni Aulia Agustina resmi menjadi salah seorang anggota Persatuan Istri Prajurit atau Persit Kartika Chandra Kirana atau yang dikenal sebagai organisasi istri tentara.

Ya, pasalnya perempuan yang akrab disapa Aau ini kini berstatus sebagai istri dari seorang anggota TNI yang bernama Serda Wahyudinoor Wibowo yang bertugas di Kostrad Yornamed Makassar.

Akad nikah sendiri dilangsungkan pada Senin (29/7/2019) pagi di Jalan Karya Bersama Desa Sungai Danau Kabupaten Tanahbumbu Kalsel. Sementara untuk resepsi akan dilaksanakan pada Minggu (4/8/2019) di Jalan PM Noor Kelurahan Sungai Ulin Banjarbaru.

Hanya tinggal hitungan hari saja menjelang resepsi pernikahan, tak heran karenanya Aau pun saat ini disibukkan melakukan berbagai persiapannya.

Baca: Ayo Kenali Kanker Otak Glioblastoma! Sebelum Menjadi Fatal Seperti yang Dialami Agung Hercules

Baca: Beasiswa Sarjana S1 di 12 Universitas Tanah AIr dari Etos ID, Universitas Palangkaraya No 4

Baca: Jadwal Siaran Langsung SCTV Timnas U-15 Indonesia vs Filipina Piala AFF U-15 2019, Rotasi Pemain

Aau pun menceritakan perjalanan hubungannya bersama sang suami, dan yang menariknya ternyata berlangsung sangatlah singkat.

Malah Aau tidak sempat berpacaran dan hanya kenal melalui media sosial khususnya instagram, kemudian langsung berlanjut ke jenjang pernikahan.

"Tidak pacaran. Setelah empat hari kenalan via instagram dan tanpa ketemu saya langsung dilamar oleh orangtuanya. Kenalnya April lalu dan sebelum pemilu," katanya.

Setelah kenal dan berhubungan melalui instagram, Aau pun sambil mencari tahu tentang calon suami melalui orang-orang di sekitarnya.

"Dalam waktu empat hari itu pula saya menjalani proses taarufan dan alhamdulillah merasa cocok. Sopan santunnya yang membuat saya merasa dia cocok jadi imam saya," katanya.

Malah Aau menerangkan bahwa saat dilamar, dirinya masih berstatus sebagai pelajar dan sedang menjalani ujian tahap akhir di sebuah pesantren.

"Yang ngelamar ke rumah itu ortunya dan ditemani Kepala Sekolah MI Hidayatullah tempat saya sekolah. Waktu itu pun saya masih ujian tahap akhir pesantren," pungkasnya.(Frans Rumbon)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved