Lifestyle

Berniat Mau Kencan Online? Perhatikan Dulu Pengalaman Buruk Ini, Di-ghosting hingga Dirampok

MULAI dari Tagged, Tinder, Tantan, hingga Setipe, aplikasi dan situs kencan terus tumbuh di dunia maya. Di balik cerita bahagia dan kesenangan jutaan

Berniat Mau Kencan Online? Perhatikan Dulu Pengalaman Buruk Ini, Di-ghosting hingga Dirampok
net
ilustrasi 

Di Indonesia, Polresta Depok pernah menangkap seorang laki-laki bernama Andhika Prasetyo (39), yang mencuri mobil teman kencannya yang dikenal lewat Tinder.

Andhika sudah empat kali melakukan perbuatan serupa. Ia sengaja mengincar perempuan usia 40-an dengan profesi menjanjikan.

Ia merayu dan mendengarkan perempuan yang diincarnya sehingga perempuan itu nyaman dan tak mengira akan dirampok.

YP (21) seorang mahasiswi di Bandung, Jawa Barat juga pernah diperkosa pria yang dikenalnya lewat Tinder.

YP awalnya diajak ke hotel dengan alasan mengambil barang-barang lalu check out. Tak disangka, YP malah diperkosa.

Peneliti Universitas Indonesia Chandra Kirana alias Kicky mengatakan kekecewaan dan tindak kriminal menjadi hal yang harus diwaspadai dari kencan online.

"Ini dunia digital, memang tidak gampang mengantisipasi situasi itu. Belum lagi ketika ada kekerasan, pelecehan seksual, pencurian, risiko lainnya, itu perlu dipahami secara hati-hati," kata Kicky.

Ini bisa dilakukan dengan tidak buru-buru percaya dengan orang asing yang dikenal dari dunia maya seberapa pun menarik dan nyamannya hubungan. Cara lain, jujur sejak awal dan siap-siap kecewa.

"Misalnya jika ada identitas palsu yang ditampilkan, bagaimana kesiapan pengguna. Sepemahaman saya, sejak awal pengguna harus jujur tentang identitas diri dan mereka bisa komplain jika ada situasi seperti ini," ujar Kicky.

Sebelum swipe kanan dan mengobrol, ingat, kemungkinan apa saja bisa terjadi.

Hai Guys! Berita ini ada juga di KOMPAS.com

Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved