Berita Banjarmasin

Si Ambar, Bayi Bekantan yang Lahir 1 Agustus 2019 di Stasiun Riset Pulau Curiak Kalsel

Wajahnya yang masih hitam kebiru-biruan terlihat berada dalam pelukan Juwita induk betina muda dari kelompok Bravo.

Si Ambar, Bayi Bekantan yang Lahir 1 Agustus 2019 di Stasiun Riset Pulau Curiak Kalsel
HO/SBI untuk Banjarmasinpost.co.id
Induk Bekantan, Juwita bersama bayinya, Ambar di Pulau Curiak 

BANJARMASIN POST.CO.ID. BANJARMASIN - Perasaan gembira terpancar di wajah Amalia Rezeki ketua Sahabat Bekantan Indonesia ( SBI ) bersama timnya saat patroli kawasan di Stasiun Riset Bekantan Pulau Curiak, menemukan Juwita, bekantan betina muda melahirkan bayi binatang berhidung mancung yang sangat imut dan lucu.

Wajahnya yang masih hitam kebiru-biruan terlihat berada dalam pelukan Juwita induk betina muda dari kelompok Bravo.

" Kehadiran baby bekantan ini membawa kabar gembira buat kita semua. Mengingat bekantan adalah merupakan spesies kunci yang keberadaannya terancam punah dan maskot provinsi Kalimantan Selatan yang saat ini menjadi ikon andalan wisata minat khusus yang sedang kami kembangkan bersama pemerintah daerah," ucap Amalia Rezeki, Sabtu (3/8/2019).

Dalam dua tahun ini saja, sudah tiga kali Amalia menemukan bekantan kawasan stasiun riset melahirkan. Untuk yang pertama diberi nama Newie oleh Prof. Tim Roberts dari Universitas New Castel Australia yang berkunjung pada bulan Desember tahun lalu dan yang kedua diberi nama Memel yang lahir pada April 2019.

Baca: Lindungi Kelangsungan Bekantan, Antang Gunung Meratus Rehab 90 Hektare Habitat Bekantan

Sedangkan bekantan yang baru lahir 1 Agustus 2019 ini diberi nama "Ambar". Nama Ambar diapresiasikan kepada Agustina Ambar Pertiwi, seorang peneliti muda yang juga mendedikasikan diri pada pelestarian bekantan, sekaligus beliau adalah kepala stasiun riset bekantan.

Zulfa Asma Vikra, ketua Forum Konservasi Kalimantan Selatan, menyambut gembira atas kelahiran anak bekantan tersebut.

"Saya sangat mengapresia kerja keras tim SBI yang selama ini berupaya menjaga dan melestarikan bekantan di Kalsel. Kelahiran bekantan di Stasiun Riset ini tentu membawa kabar gembira bagi kita semua. Dengan kelahiran bekantan ini semoga bisa membantu meningkatkan populasi bekantan Indonesia seperti yang diamanahkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI sebesar 10 persen dalam kurun waktu 5 tahun," jelas Zulva yang juga anggota DPRD Provinsi Kalsel.

Baca: Begini Keseruan warga Persada Mas Kertak Hanyar Kabupaten Banjar Memeriahkan Hari Kemerdekaan

Pada awalnya ketika dilakukan penelitian pertama populasi bekantan ditahun 2014, p hanya 14 individu. Kini dikawasan stasiun riset bekantan terdapat sekitar 22 individu bekantan, yang terdiri dari dua kelompok. Kelompok pertama diberi nama alpha dan kelompok kedua diberi nama bravo. (banjarmasin post.co.id/syaiful anwar)

Penulis: Syaiful Anwar
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved