Ekonomi dan Bisnis

Ancaman Trump Terapkan Tarif Baru untuk China Bikin Saham Apple Merosot, Ini Kerugian Apple

Jika kebijakan Presiden Donald Trump itu benar-benar menerapkan ancaman tarifnya, Apple bakal mengalami kerugian yang cukup besar.

Ancaman Trump Terapkan Tarif Baru untuk China Bikin Saham Apple Merosot, Ini Kerugian Apple
Wicaksono Surya Hidayat/KOMPAS.com
Logo Apple di salah satu sisi gedung toko barunya di kota San Francisco, AS. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, NEW YORK - Perang dagang Amerika Serikat dengan China dikhawatirkan bakal berimbas terhadap penjualan produk apple.

Terakhir, pemerintahan Presiden Donald Trump mengancam akan menerapkan tarif baru 10 persen atas produk china yang belum dikenai tarif

Jika kebijakan Presiden Donald Trump itu benar-benar menerapkan ancaman tarifnya, Apple bakal mengalami kerugian yang cukup besar.

Seperti dilansir dari CNN, Sabtu (3/8/2019), penerapan tarif impor bakal membuat penjualan Apple merosot 6 juta hingga 8 juta dollar AS di Amerika Serikat tahun depan.

Baca: Jadi yang Tercepat di MotoGP Ceko , Marc Marquez Samakan Rekor Mick Doohan Raih Pole Position

Baca: LIVE SCTV - Jadwal Live Streaming Timnas Indonesia U-15 Vs Myanmar Piala AFF U-15 2019, Juara Grup?

Baca: Jawaban Merendah Wali Kota Surabaya Risma Soal Cuitan Anggota Tim TGUPP DKI : Aku Sudah Biasa Dihina

Baca: Pria Kejam Pukuli Anjing Pakai Tongkat hingga Mati Picu Kemarahan, Videonya Viral di Media Sosial

Analis teknologi Wedbush Securitues Dan Ives mengatakan, penerapan tarif tambahan oleh Trump sebesar 300 juta dollar AS bakal memangkas pendapatan Apple hingga 4 persen pada 2020.

Sebelumnya, Presiden Donald Trump mengancam bakal menerapkan tarif sebesar 10 persen dari sisa produk China senilai 300 miliar juta dollar AS yang belum dikenai tarif.

Produk tersebut termasuk laptop, smartphone, dan produk teknologi lain. Menurut Ives, dengan diterapkannya tarif baru, industri teknologi AS bakal terancam risiko yang cukup hebat.

"Apple jelas terjebak dalam persilangan antara DC dan Beijing," kata Ives.

Wall Street terus mengkhawatirkan kembali pecahnya perang dagang antara China dan Amerika Serikat. Harga saham Apple pun merosot hingga 2 persen pada perdagangan Kamis (1/8/2019) dan kembali anjlok 1 persen pada perdagangan Jumat (2/8/2019).

Meski Ives mempercayai Apple bakal mampu memitigasi peningkatan biaya produksi dengan memindahkan rantai pasokan, namun prosesnya bakal memakan waktu lama.

Menurut dia, Apple bisa saja memindahkan 5 persen hingga 7 persen produksi iPhone dari China ke India dan Vietnam dalam dua tahun depan jika perang tarif masih berlanjut.

Namun, Apple tidak bisa meninggalkan China begitu saja. Dengan demikian, mau tak mau penggua iPhone harus membayar lebih besar, atau menunda pembelian produk iPhone.

Baca: Viral Kabar Akan Ada Gempa Berkekuatan Magnitudo 9,0 Setelah Gempa di Banten, Ini Kata BMKG

Baca: Petugas Gabungan Amankan Pemilik Alat Berat Yang Saat Menambang Kepergok KPK di Eks JBG Tanahlaut

Kemungkinan pahit lainnya adalah konsumen iPhone bakal beralih menggunakan pilihan ponsel lain.

Waktu penetapan tarif baru ini cukup sulit bagi Apple. Pasalnya, Apple baru saja melaporkan kinerja keuangan mereka yang lebih baik dari harapan pasar.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Trump Terapkan Tarif Baru untuk China, Apple Bakal Kehilangan Rp 113,7 M"
Penulis : Mutia Fauzia

Editor: Hari Widodo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved