Berita Banjarbaru

Dari 80 Hot Spot Terekam di Kalsel, Hanya 14 Murni Kebakaran Hutan dan Lahan, BNPB Lakukan Ini

Terekam Hot spot dari satelit Lapan itu terjadi peningkatan. Dari hari sebelumnya 60 dan Minggu (4/8/2019) ada sebanyak 80 Hot spot terekam.

Dari 80 Hot Spot Terekam di Kalsel, Hanya 14 Murni Kebakaran Hutan dan Lahan, BNPB Lakukan Ini
istimewa/bnpb
Heli boom air dari BNPB Yang telah melakukan pemadaman api di desa alalak padang Kec. Cintapuri Darussalam, Kabupaten Banjar. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN -Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalsel akhir-akhir ini mulai sering terjadi.

Terekam Hot spot dari satelit Lapan itu terjadi peningkatan. Dari hari sebelumnya 60 dan Minggu (4/8/2019) ada sebanyak 80 Hot spot terekam.

Namun setelah dicek ke lokasi yang benar-benar dari kebakaran lahan itu hanya 14.

"Ya, tapi kan Hot spot itu bisa dari panas macam-macam. Nah tadi dari 14 yang diatasi hingga sore sisa empat Hot spot saja, karena 10 lainnya sudah diatasi pemadaman," kata Kepala Pelaksana BPBD Kalsel, Wahyuddin Noor.

Dari makin maraknya kebakaran terjadi ini BPBD juga sudah mengerjakan pula tiga pesawat.

"Yang tadinya satu pesawat. Kali ini operasi juga dua Water Boombing dan satu pesawat patroli. Jadi tiga dioperasionalkan," kata Wahyuddin.

Dikatakan Wahyuddin, bahwa biaya sepenuhnya ditanggung oleh BNPB. "Heli bukan dari kita. Semua pusat yang menanggung," ungkapnya.

Disinggung berapa biaya operasional untuk satu unit, Ujud menyampaikan sesuai dengan informasi yang dia dapatkan untuk satu jam terbang helikopter dikontrak Rp30 juta. "Sementara dalam satu heli telah dikontrak selama 100 jam oleh BNPB," jelasnya.

Dengan begitu, jika dikalkulasi maka biaya operasional satu heli yang beroperasi di Kalsel sebesar Rp3 miliar. Sedangkan, saat ini Ujud menuturkan sudah ada tiga helikopter yang beroperasi. Sehingga, modal BNPB untuk mengerahkan helikopter ke Banua mencapai Rp9 miliar.

Selain helikopter, anggaran besar juga dikucurkan BNPB untuk mengerahkan 1.512 personel gabungan TNI/Polri yang disebar ke 100 desa rawan kebakaran lahan di Kalsel.

Ujud menyampaikan, untuk satu personel, BNPB memberikan insentif Rp145 ribu sehari menggunakan dana siap pakai yang sudah diserahkan dalam Apel Siaga Darurat Pencegahan dan Pemadaman Karhutla di Lapangan Setdaprov Kalsel, Selasa (30/7) tadi. (lis).

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved