Bpost Cetak

Kerajinan Dayak Keluarga Emeksie Sampai ke Jepang, Elegan Berkat Padukan Bahan Rotan dengan Kulit

Seiring promosi, produk kerajinan bermotif Dayak semakin digemari termasuk oleh warga luar negeri.

Kerajinan Dayak Keluarga Emeksie Sampai ke Jepang, Elegan Berkat Padukan Bahan Rotan dengan Kulit
(banjarmasinpost.co.id/faturahman)
fatur1975@yahoo.com rachman Lampiran3 Agu 2019 08.11 (23 jam yang lalu) kepada BPOST Berhenti berlangganan BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Pengrajin souvenir yang terbuat dari bahan rotan di Kalimantan Tengah hingga saat ini semakin langka karena tidak semua orang yang mau melanjutkan pembuatan kerajinan tersebut, sehingga jumlah pengrajinnya terus berkurang hingga saat ini. Dalam melestarikannya, berbagai pihak terus berusaha untuk membantu para pengrajin tersebut agar bisa tetap eksis dalam membuat kerajinan tangan berbahan rotan yang dibuat berbagai jenis tas, dompet, topi dan jenis souvenir lainnya yang selama ini cukup banyak di gemari orang luar Kalimantan. Emeksie adalah salah seorang pengrajin souvenir berbahan rotan yang tinggal di Jalan Menteng X No 3 Kecamatan Jekanraya, Palangkaraya, Kalimantan Tengah hingga saat ini masih setia dengan kegiatan membuat dan memasarkan kerajinan souvenir berbahan rotan tersebut. Dia hanya bersama anaknya membuat souvenir aneka tas berbahan rotan di rumahnya dengan cara tradisional, dengan rancangan khas motif dayak Kalteng yang ternyata selama ini malah banyak di gemari oleh warga luar negeri yang sering memesan kepadanya. "Memang tidak semua orang yang mau dan bisa membuat tas dan barang souvenir sejenisnya ini, sehingga saya pun bisanya, karena diajari oleh mertua dulunya, kemudian ilmu membuatnya juga diturunkan kepada anak-anak saya, sehingga ini semacam kerajinan turunan bagi keluarga kami,karena ini adalah budaya lokal yang harus dilestarikan, agar tidak punah," ujarnya. Dia mengatakan, dulunya mertuanya sejak tahun 1997 sudah menggeluti kerajinan tersebut dipasarkan di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, bahkan ekspornya sudah sampai ke Jepang dan disukai orang jepang."Banyak sudah produksi kerajinan kami yang dipakai orang jepang," ujarnya. Dia mengungkapkan, selama ini pengembangan variasi tas dengan bahan kulit dilakukan agar produknya bisa bersaing dengan produksi tas dari berbahan sintetis lainnya."Makanya bahan bakunya tidak hanya dari rotan saja tetapi juga dicampurkan dengan bahan kulit sehingga hasilnya tampak elegan dan menarik," ujarnya. Sementara itu, Kepala Bank Indonesia Perwakilan Kalteng, Wuryanto, mengatakan, dalam pengembangan dan pelestarian produksi UMKM di Kalteng termasuk pengrajin rotan, pihaknya akan terus membantu dengan pemberian bantuan dalam pengembangannya bisa berupa peralatan atau dana agar UMKM bisa tetap eksis dan berkembang. (tur) teks Emeksi, salah seorang pengrajin tas khas motif dayak Kalteng berbahan rotan saat mengikuti kegiatan di Universitas Palangkaraya, belum lama tadi. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Tidak banyak toko yang menjual kerajinan rotan di Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Itu karena perajinnya pun semakin langka. Belum lagi soal bahan bakunya.

Padahal bisnis suvenir dari rotan terbilang menjanjikan. Selain itu banyak pihak terutama pemerintah berusaha membantu perajin rotan untuk memproduksi berbagai barang khas Kalteng.

Seiring promosi, produk kerajinan bermotif Dayak semakin digemari termasuk oleh warga luar negeri.

Emeksie adalah perajin rotan yang masih bertahan. Perempuan warga Jalan Menteng X Nomor 3 Kecamatan Jekanraya, Palangkaraya, ini setia membuat dan memasarkan suvenir berbahan rotan. Dibantu anaknya, Emeksie membuat aneka tas berbahan rotan di rumah mereka.

“Memang tidak semua orang mau dan bisa membuat tas dan suvenir lainnya. Saya pun bisa karena diajari mertua. Kemudian keterampilan ini saya turunkan kepada anak-anak saya,” ungkapnya.

Sang mertua membikin kerajinan rotan sejak 1997 dan memasarkannya ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Bahkan produk mertua Emeksie sudah sampai ke Jepang. “Banyak sudah produksi kerajinan kami yang dipakai orang Jepang,” ujarnya.

Emeksie pun mengembangkan produk rotan seperti menggunakan bahan kulit.

“Makanya bahan baku produk kami tidak hanya dari rotan, tetapi juga dicampurkan dengan bahan kulit sehingga tampak elegan dan menarik,” ujarnya. (faturahman)

Artikel ini lebih lengkap bisa dibaca di Banjarmasinpost edisi Minggu (4/8/2019)

Penulis: Fathurahman
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved