BPost Cetak

Pemilik Alat Berat Temuan KPK di Tanahlaut Ditangkap

Polres Tanahlaut bersama Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Kalsel menangkap pemilik alat berat yang kedapatan tim KPK

Pemilik Alat Berat Temuan KPK  di Tanahlaut Ditangkap
HO/Polres Tanahlaut
Polisi menemukan alat berat milik penambang ilegal disembunyikan di perkebunan karet di Tanahlaut. 

BANJARMASIN, BPOST - Polres Tanahlaut bersama Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Kalimantan Selatan menangkap pemilik alat berat yang kedapatan tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penambangan dan diduga tanpa izin.

Tim KPK yang disertai Ombudsman dan Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Kalsel memergoki ekskavator itu melakukan penambangan batu bara di Tala pada Rabu (31/7).

“Tersangka pemilik alat berat sudah diamankan tim Polres Tala dan Ditreskrimsus,” kata Kapolres Tala AKBP Sentot Adi Dharmawan, Sabtu (3/8) malam.

Dia adalah M Arjan warga Jilatan Kecamatan Batu Ampar, Tala. Arjan diamankan saat berada di Banjarmasin, kemarin.

Baca: Kerajinan Dayak Keluarga Emeksie Sampai ke Jepang, Elegan Berkat Padukan Bahan Rotan dengan Kulit

Baca: Selamatkan Negara

Baca: Si Palui : Cabang Hanyar

Baca: Asap Palangkaraya Makin Tebal Bikin Sesak Dada, Jemaah Haji Doakan Kalteng dari Tanah Suci

Setelah menjalani pemeriksaan di Ditreskrimsus, dia dibawa ke Polres Tala. Menurut Sentot, dari pemeriksaan sementara, tersangka mengaku baru membeli alat tersebut untuk menambang.

Bagaimana dengan operator Wahyu yang saat ini menghilang? Sentot mengatakan pihaknya telah menyerahkan surat pemanggilan ke rumahnya. Namun Wahyu tidak ada di rumah. Wahyu, menurut Sentot, masih berstatus saksi.

Sentot berharap Wahyu kooperatif untuk dimintai keterangan. Keterangan Wahyu diperlukan untuk mengetahui siapa yang menyuruhnya.

“Untuk pihak PT JBG (Jorong Barutama Grestone) pun, akan kita panggil sebagai saksi tambahan,” kata Sentot.

Wahyu kedapatan mengoperasikan ekskavator di lahan PT JBG, yang berada sekitar satu kilometer dari Jalan A Yani. Alat berat sempat dibawa kabur hingga sekitar 10 kilometer dari lokasi. Namun petugas Polres Tala, yang menindaklanjut temuan KPK, berhasil menemukannya.

Pada Rabu (31/7) itu, tim yang dipimpin Penasihat KPK Budi Santoso juga menemukan tumpukan batu bara di Desa Jilatan Kecamatan Batu Ampar, Tala, tak jauh dari perkebunan sawit PT Sinar Surya Jorong. Selain itu tim memeriksa lokasi bekas tambang CV Basmo yang izin usaha pertambangannya (IUP) mati sejak 2017.

Pertengahan Juli 2019, tim Bidang Koordinasi Supervisi dan Pencegahan (Korsupgah) Wilayah VII KPK juga melakukan sidak selama empat hari di Kalsel. (dwi)

Artikel ini lebih lengkap bisa dilihat di Banjarmasin Post Edisi Minggu (4/8/2019)

Penulis: Irfani Rahman
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved