BPost Cetak

Satu Awak KM Pieces Ditemukan, Endro Minum Air Seni Dua Hari Sekali

Korban terbaru yang ditemukan selamat adalah Endro (40). Dia ditemukan terombang-ambing oleh KM Bunga Tanjung.

Satu Awak KM Pieces Ditemukan, Endro Minum Air Seni Dua Hari Sekali
Capture Youtube BPost
Endro (40) korban selamat Kapal Nelayan KM Pieces yang tenggelam di perairan Tanjung Selatan 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Kerja keras dilakukan tim Basarnas Banjarmasin dan TNI AL untuk menemukan korban tenggelamnya Kapal Motor Pieces di perairan Tanjung Selatan, Kalimantan Selatan.

Seorang lagi awak kapal nelayan dari Pekalongan, Jawa Tengah, tersebut ditemukan. Dengan demikian tim masih mencari 30 awak lainnya.

Hingga Sabtu (3/8) sudah tujuh korban ditemukan. Empat orang tewas dan tiga ditemukan selamat. Korban terbaru yang ditemukan selamat adalah Endro (40).

Dia ditemukan terombang-ambing oleh KM Bunga Tanjung. Korban mengapung menggunakan kotak ikan yang terbuat dari styrofoam. Selanjutnya Endro diserahkan kepada tim penyelamat di pesisir muara Pagatan.

KM Pieces bertolak dari Pekalongan pada Senin (22/7) menuju Selat Makassar untuk mencari ikan. Namun kapal yang dinakhodai Nasori itu tenggelam saat berada di perairan Tanjung Selatan dekat Pulau Matasiri, Kepulauan Sembilan, Kotabaru.

Baca: Ombak Capai Lima Meter, Pencarian Korban Kapal Nelayan KM Pieces Dihentikan Sementara

Baca: Pemilik Alat Berat Temuan KPK di Tanahlaut Ditangkap

Baca: Kerajinan Dayak Keluarga Emeksie Sampai ke Jepang, Elegan Berkat Padukan Bahan Rotan dengan Kulit

Baca: Asap Palangkaraya Makin Tebal Bikin Sesak Dada, Jemaah Haji Doakan Kalteng dari Tanah Suci

Kejadian ini baru diketahui Basarnas beberapa hari kemudian, tepatnya pada Rabu (31/7), setelah mendapat laporan KM Bintang Mas Delima yang menemukan sejumlah korban.

Dalam rekaman video yang diterima dari Basarnas, sambil terisak, Endro menceritakan setelah kapal terbakar dan tenggelam, 31 awak termasuk dirinya mengapung bersama. Untuk mengatasi haus, Endro meminum air seninya dua kali dalam sehari. Dia pun sempat menangkap seekor ikan dan memakannya.

Oleh karena tak kunjung ada pertolongan, dia mengambil sikap berpencar. “Setelah empat hari mengapung tidak ada juga bantuan, saya meminta izin kapten untuk berpisah,” ujarnya.

Selanjutnya Endro bersama tiga awak lainnya memisahkan diri. Dalam perjalanan, mereka seperti melihat sebuah pulau.  (ryn)

Lebih lengkap artikel ini bisa dibaca di Banjarmasinpost Edisi Minggu (4/8/2019)

Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved