Rotasi Guru

Guru ini Tanggapi Datar Rencana Rotasi Kemendikbud: 'Kebijakan Klasik dengan Label Berbeda'

Samsuni Sarman, guru kelas yang ramah ini mengajar dengan penuh rasa tulus di SDN Alalak Utara 1.

Guru ini Tanggapi Datar Rencana Rotasi Kemendikbud: 'Kebijakan Klasik dengan Label Berbeda'
BPost Cetak
BPost edisi cetak Senin (5/8/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Samsuni Sarman, guru kelas yang ramah ini mengajar dengan penuh rasa tulus di SDN Alalak Utara 1.

Meski usianya sudah 59 tahun namun dia akui selalu semangat mengajar di sekolahan yang berada di tepi Sungai Alalak, Banjarmasin ini.

Rencana Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang segera menerapkan kebijakan rotasi bagi guru yang bertugas di sekolah negeri, dia tanggapi datar.

"Rotasi guru, sebenarnya ini kebijakan klasik dengan label berbeda," katanya.

Beberapa hari lalu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy mengatakan, penerapan rotasi guru sejalan dengan penerapan sistem zonasi dalam penerimaan siswa baru.

Baca: Keputusan Natasha Wilona Berhenti Jadi Artis Bikin Heboh, Terkait Verrell Bramasta & Kevin Sanjaya?

Baca: Babak Baru Hidup Mulan Jameela Setelah Ahmad Dhani Dipenjara, Eks Duet Maia Estianty Rela Begini

Baca: Viral Foto Pria Penuh Tindik di Wajah Berubah Total Demi Wanita yang Dicintainya, Ini Hasilnya

Baca: Menghilangnya Reino Barack di Ultah Syahrini Jadi Sorotan, Suami Incess Lakukan Hal Tak Terduga

Nantinya guru maksimal mengabdi enam tahun di satu sekolah dan tidak boleh, sampai meninggal dunia (pensiun) guru (bertugas) di satu sekolah saja.

Samsuni menambahkan, dirinya sudah mengajar sekitar enam tahun di SDN Alalak Utara 1.

Sebelumnya dia mengajar di SMP selama 25 tahun.

"Karena alih jenjang SK3 Menteri," kata dia.

Tak heran bila begitu ada kabar akan diberlakukannya penerapan rotasi guru dia hadapi dengan lapang dada saja.

Toh, dia sudah merasakan rotasi itu setelah 25 tahun mengajar di SMP kemudian dirotasi ngajar SD.

Di sekolah dasar ini Samsuni jadi guru kelas, sementara waktu di SMP dia malah sudah mengajar mata pelajaran IPS.

"Sebenarnya ini menurut saya kebijakan klasik. Pada zaman saya disebut mutasi alih jenjang SKB 3 menteri dan ratusan guru SMA/SMP mutasi ke SD sebagai pemerataan dan kekosongan guru SD, sekarang mutasi dengan sistem zonasi," kata dia.

Dia berharap kebijakan agar dilakukan serius oleh pemda serta memiliki indikator yang jelas seperti tahun penempatan, mata pelajaran yang diampu.

"Serta bukan hitung matematis yang like and dislike pejabat kepsek seperti kasus SKB 3 Menteri dulu," kata dia.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved