Berita Kalteng

Kebakaran Lahan Kepung Kota Palangkaraya, Pemadaman dari Udara Digencarkan

Musim kemarau yang terjadi dalam sepekan ini membuat petugas pemadam kebakaran kewalahan melakukan pemadaman.

Kebakaran Lahan Kepung Kota Palangkaraya, Pemadaman dari Udara Digencarkan
tribunkalteng.co/fathurahman
Kebakaran lahan seluas 100 hektare di Kelurahan Petuk Ketimpun Palangkaraya , Kalteng, Sabtu (3/8/2019) malam. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Musim kemarau yang terjadi dalam sepekan ini membuat petugas pemadam kebakaran kewalahan melakukan pemadaman.

Betapa tidak, kebakaran semakin sporadis dan meluas hingga mengelilingi Kota Palangkaraya.

Seperti yang terjadi di Kelurahan Petuk Ketimpun, Kecamatan Jekanraya, Palangkaraya.

Lahan seluas seratus hektare di kawasan tersebut terbakar, membuat petugas pemadam kebakaran kesulitan memadamkan lahan yang meluas.

Kebakaran tersebut terjadi sejak Sabtu siang dan membesar hingga menghanguskan kurang lebih 100 hektare lahan yang memang mudah tersulut api dikarenakan vegetasi di areal yang terbakar kering dan cuaca panas menambah mudahnya api menyebar ke lahan lainnya.

Baca: Listrik Tiba-tiba Padam, Ini Mobil Penyelamat yang Bisa Jadi Genset, Tahan 20 Jam

Baca: Penampakan Aneh Saat Listrik Padam (Mati Lampu) di Jabodetabek, Ramai Dibicarakan di Twitter

Baca: Jokowi Marah dengar Penjelasan Plt Dirut PLN, Langsung Angkat Kaki, Tolak Ladeni Wawancara Wartawan

Baca: Agresifnya Saipul Jamil pada Suami Dewi Perssik Saat Bertemu, Angga Wijaya Sampai Kesakitan

Keterangan warga, kebakaran tersebut sempat padam setelah dilakukan pemadaman, Sabtu, namun pada malam harinya api kembali membesar, membuat tim Karhutla kembali turun ke lapangan berjibaku memamdamkan api, Sabtu (4/8/2019) pagi hingga sekitar pukul 22.00 Wib, malam.

Kabagops Polres Palangkaraya AKP Hemat Siburian, yang memantau jalannya pemadam tersebut, mengatakan pemadaman melibatkan tim Karhutla yang terdiri dari personel Polres Palangkaraya, Polda Kalteng, TNI, BNPB Manggala Agni, dan pemadam kebakaran.

"Kami turunkan tim dengan kekuatan maksimal memadamkan api yang membakar lahan di Petuk Katimpun tersebut termasuk peralatan pemadaman. Air yang digunakan untuk proses pemadaman mengandalkan air parit yang ada di sekitar area yang terbakar,” kata AKP Hemat Siburian.

Kebakaran juga terjadi di Jalan Soekarno hingga puluhan hektare lahan yang terbakar, juga terjadi kebakaran di Jalan Adonis Samad, Lingkar Luar Jalan Palangkaraya.

Upaya pemadaman dari udara pun semakin gencar dilakukan oleh petugas menggunakan helikopter pembom air.

"Saya melihat lahan yang terbakar di lingkar luar terkesan dibiarkan saja, mungkin karena petugasnya kurang, karena memadamkan kebakaran di lokasi lainnya, jumlah personilnya ditambah lagi agar lebih cepat di lapangan," ujar Wakil Ketua Komisi B DPRD Kalteng, HM Asera.

Asera meminta Gubernur Sugianto turun ke lapangan membantu dan memberikan semangat kepada petugas di lapangan.

"Tambah personel pemadaman agar bisa lebih cepat dan efektif memadamkan kebakaran tersebut. Tambah peralatan, personel dan anggarannya," ujarnya.

Sementara itu, pantauan Senin (5/8/2019) pemadaman kebakaran lahan dari udara dan darat masih saja dilakukan, karena lahan gambut pinggiran kota Palangkaraya masih terbakar, kabut asap makin tebal. Namun belum mengganggu penerbangan di Bandara Tjilik Riwut.

banjarmasinpost co.id / faturhman

Penulis: Fathurahman
Editor: Edinayanti
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved