Kriminalitas Internasional

Pakai Senapan Serbu AK, Tersangka Penembakan Massal Ohio Bunuh 9 Orang Kurang dari 1 Menit

Tersangka penembakan massal Ohio, tepatnya di Dayton, Amerika Serikat (AS), disebut membunuh sembilan orang korbannya kurang dari waktu satu menit.

Pakai Senapan Serbu AK, Tersangka Penembakan Massal Ohio Bunuh 9 Orang Kurang dari 1 Menit
AFP/Twitter/DEREK MYERS
Potongan video ini diambil dari akun Twitter Derek Myers pada 4 Agustus 2019 memperlihatkan polisi berjalan di garis pengaman buntut terjadinya penembakan massal di kawasan bar dan tempat hiburan malam populer Oregon di Dayton, Ohio. Sebanyak 9 orang tewas dalam penembakan massal tersebut. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, DAYTON - Tersangka penembakan massal Ohio, tepatnya di Dayton, Amerika Serikat (AS), disebut membunuh sembilan orang korbannya kurang dari waktu satu menit.

Pernyataan itu diungkapkan oleh Wali Kota Dayton Nan Whaley dalam konferensi pers. Dilansir AFP Minggu (4/8/2019), dia menyebut pelaku menggunakan pelindung.

" Tersangka penembakan massal Ohio menggunakan senapan serbu sejenis AK dengan magasin berkapasitas tinggi ketika menyerang kawasan bar dan hiburan malam Oregon," paparnya.

Whaley menerangkan hanya dalam hitungan menit, tim penegak hukum yang merespons langsung penembakan massal tersebut bisa menembak mati pelaku kurang dari semenit.

Baca: Ini Mobil Penyelamat saat Mati Listrik, Mitsubishi Outlander PHEV Bisa Jadi Genset

Baca: Tak Terima Ditilang, Tukang Listrik Ini Padamkan Listrik di Kantor Polisi, Ternyata Ini Alasannya

Baca: Misteri Pembunuh Gadis Cantik Alumni IPB Terungkap, Ternyata Sosok Ini Pelakunya

Dia melanjutkan selain sembilan orang dipastikan tewas, penembakan itu juga membuat 27 orang lainnya mengalami luka-luka dan saat ini mendapat perawatan di rumah sakit.

Dikutip dari BBC, Whaley menegaskan bahwa distrik Oregon merupakan salah satu kawasan paling aman di Dayton. "Serangan tak berhati ini bisa saja terjadi di seluruh wilayah AS," katanya.

Ketika awak media berusaha menanyakan soal aturan pengetatan senjata, dia menuturkan bahwa insiden tersebut dapat dicegah, dan menyebut mereka hidup di negara di mana penembakan bisa terjadi kapan saja.

Insiden penembakan massal di Dayton terjadi kurang dari 24 jam setelah peristiwa serupa di El Paso, Texas, di mana 20 orang tewas dalam serangan di Walmart.

Pelaku penembakan El Paso diidentifikasi merupakan pemuda 21 tahun bernama Patrick Crusius yang sebelumnya mengunggah manifesto rasial sebelum menyerang.

Hai Guys! Berita ini ada juga di KOMPAS.com

Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved