Saraba Kawa

Uniknya Sedekah Bumi Desa Uwie, Bupati Tabalong Ingin Kegiatan Terus Dilestarikan

Uniknya warga Dusun Tohie Desa Uwie Kecamatan Muara Uya Kabupaten Tabalong dalam memperingati hari jadi dusun yang ke 34.

Uniknya Sedekah Bumi Desa Uwie, Bupati Tabalong Ingin Kegiatan Terus Dilestarikan
Banjarmasinpost.co.id/reni kurnia wati
Uniknya warga Dusun Tohie Desa Uwie Kecamatan Muara Uya Kabupaten Tabalong dalam memperingati hari jadi dusun yang ke 34. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Uniknya warga Dusun Tohie Desa Uwie Kecamatan Muara Uya Kabupaten Tabalong dalam memperingati hari jadi dusun yang ke 34. Warga mengadakan Sedekah bumi yang dimeriahkan dengan pawai kirap dan diikuti oleh seluruh warga Desa Uwie. Kegoatan ini dilakukan secara rutin dan menjadi ajang untuk warga bisa meningkatkan kekeluargaan dalam bermasyarakat.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Tabalong yang juga mengikuti menggunakan atribut adat jawa berupa blangkon. Desa Uwie mayoritas warganya merupakan suku jawa karena merupakan daerah transmigrasi. Tak heran jika acara sedekah bumi ini dilaksanakan dengan mengusung adat jawa.

Hal ini menambah keindahan kebersamaan dalam perbedaan, karena warg asli Kabupaten Tabalong juga cukup banyak di desa ini. Panitia menggunakan kostum kain lurik dan batik jawa menambah kesan kebudayaan yang sangat kental. Beberapa pejabat daerah seperti Plt Kepala Dinas Pertanian Norzain A Yani yang menggunakan bescap lengkap dengan blangkon dan mengikuti kirab yang dilakukan bersama warga.

Uniknya warga Dusun Tohie Desa Uwie Kecamatan Muara Uya Kabupaten Tabalong dalam memperingati hari jadi dusun yang ke 34.
Uniknya warga Dusun Tohie Desa Uwie Kecamatan Muara Uya Kabupaten Tabalong dalam memperingati hari jadi dusun yang ke 34. (Banjarmasinpost.co.id/reni kurnia wati)

Adi prasetio Ketua pelaksanan dari kegiatan ini mengucap terimakasih kepada warga yang telah secara aktif membantu mendukung kegiatan baik secara materi, tenaga dan waktu. Dengan persiapan yang maksimal hingga kegiatan ini bisa berlangsung. “Kegiatan ini merupakan hasil dari kerjasama dari seluruh warga, dan kami juga berterimakasih kepada pejabat yang hadir dan ikut memberikan dukungan dalam kegiatan ini,” ujarnya.

Alfian Plt Kepala Desa Uwie mengatakan kegiatan sedekah bumi ini merupakan wujud dari rasa syukur kepada sang pencipta, pawai kirab yang diikuti warga sebagian bertemakan hasil alam. DImana kendaraan yang digunakan untuk pawai dihias dengan hasil alam seperti sayuran dan buah buahan. “Berterimakasih kepada alam yang telah memberikan banyak hasil alam, karena sebagian warga dari Desa Uwie merupakan petani,” ujarnya.

Uniknya warga Dusun Tohie Desa Uwie Kecamatan Muara Uya Kabupaten Tabalong dalam memperingati hari jadi dusun yang ke 34.
Uniknya warga Dusun Tohie Desa Uwie Kecamatan Muara Uya Kabupaten Tabalong dalam memperingati hari jadi dusun yang ke 34. (Banjarmasinpost.co.id/reni kurnia wati)

Terpisah BUpati Tabalong Anang Syakhfiani mengatakan kegiatan ini harus terus dilanjutkan untuk meningkatkan bidang kebudayaan yang ada di Tabalong. Kegiatan yang dilakukaan di Desa Uwie merupakan murni dari inisiatif warga sebagai rasa syukur kepada sang pencipta. “Dengan kegiatan ini warga diajarkan untuk bersedekah dan saling berbagi atas apa yang dimiliki, dan salah satunya juga dilakukan dengan membayar zakat dan bersedekah,” ujarnya.

Kegiatan yang merupakan murni dari menjaga kekompakan warga ini tidak ditunggangi kepentingan sebagian golongan dan tidak menutup kemungkinan jika bisa terus dikembangkan menjadi salah satu ikon Desa Uwie untuk menarik warga dari daerah lain dan bisa juga dihadiri oleh Gubernur Kalimantan Selatan. Kegiatan diisi dengan pawai kirab yang dibuka langsung oleh Anang Syakhfiani, para peserta berkeliling desa dengan menggunakan kendaraan yang telah dihias.

Uniknya warga Dusun Tohie Desa Uwie Kecamatan Muara Uya Kabupaten Tabalong dalam memperingati hari jadi dusun yang ke 34.
Uniknya warga Dusun Tohie Desa Uwie Kecamatan Muara Uya Kabupaten Tabalong dalam memperingati hari jadi dusun yang ke 34. (Banjarmasinpost.co.id/reni kurnia wati)

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Plt Kepala Dinas Pertanian A Yani, Dandim 1008/Tanjung Letkol Arm Edy Susanto, Ketua Pengadilan Negeri Tabalong, Kapolsek Iptu Supriyadi dan beberapa untuk terkait lainnya.

Salahsatu peserta yang menarik perhatian adalah wanita cantik yang menggunakan kostum peri, yang membuat unik adalah sayap yang digunakan dari daun bamboo kering yang direkatkan dan membentuk sayap berukuran besar. “Perlu waktu seminggu untuk membuat ini, bajunya dibuat dari kelambu yang dipotong dan dijahit kembali sehingga menyerupai gaun seorang peri,” ungkapnya. (AOL/*)

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved