Berita Jakarta

Kehilangan 52.898 Penumpang PT MRT Jakarta Alami Kerugian hingga Rp 507 Juta Akibat Listrik Padam

Kerugian yang dialami PT MRT Jakarta mencapai Rp 507 juta akibat adanya pemadaman listrik pada Minggu (4/8/2019).

Kehilangan 52.898 Penumpang PT MRT Jakarta Alami Kerugian hingga Rp 507 Juta Akibat Listrik Padam
KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG
Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto berjalan bersama di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (13/7/2019). Kedua kontestan dalam Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden tahun 2019 lalu ini bertemu di Stasiun MRT Lebak Bulus dan selanjutnya naik MRT dan diakhiri dengan makan siang bersama. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Pemadaman listrik yang terjadi pada Minggu, 4 Agustus 2019 di Jabodetabek dan sebagian wilayah jawa berdampak luas terhadap pelayan publi, seperti telepon, LRT dan MRT.

Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta Muhamad Kamaluddin menyebut kerugian yang dialami PT MRT Jakarta mencapai Rp 507 juta akibat adanya pemadaman listrik pada Minggu (4/8/2019).

Dampak kerugian tersebut berasal dari aspek reputasi, moril, dan finansial bagi MRT Jakarta dan bagi para penggunanya. MRT sendiri kehilangan penumpangnya yang mencapai 52.898.

"Kerugian pendapatan finansial yang ditimbulkan akibat terputusnya pasokan listrik diperkirakan mencapai Rp 507 juta per tanggal 4 Agustus 2019, yang berkaitan dengan potensi kehilangan penumpang mencapai 52.898 orang pada hari tersebut," ucap Kamal dalam keterangan tertulisnya yang diterima Kompas.com, Selasa (6/8/2019).

Baca: PLN Bakal Pangkas Gaji Karyawan untuk Bayar Ganti Rugi Mati Listrik Rp 839,8 Miliar

Menurut dia, kerugian ini belum termasuk berbagai kerugian moril dan materil yang diderita oleh penumpang dan publik yang menggantungkan perjalanannya kepada MRT Jakarta.

"Sebagai dampak tidak langsung pada Senin kemarin, terjadi penurunan 16,43 persen penumpang dalam satu hari tersebut yang kemungkinan disebabkan oleh kekhawatiran pengguna bahwa pemutusan pasokan listrik dapat terjadi lagi," jelasnya.

PT MRT mengharapkan agar penurunan ini bersifat sementara, dan diharapkan gangguan listrik seperti itu tidak terjadi lagi ke depannya.

PT MRT Jakarta juga saat ini menyempurnakan kembali SOP Evakuasi Keadaan Darurat untuk mengantisipasi situasi pemadaman listrik oleh PLN dan memastikan evakuasi berjalan dengan lancar dan aman.

Baca: Listrik Jakarta Padam, Presiden Jokowi Minta PLN Dipimpin Orang yang Paham Teknologi

"MRT Jakarta senantiasa menempatkan aspek kehandalan, keamanan dan keselamatan sebagai prioritas utama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat," ujar Kamal.

Diketahui, listrik di Jakarta padam selama 7 jam pada Minggu (4/8/2019). Lalu pada Senin (5/8/2019) sebagian wilayah Jakarta masih terdampak pemadaman listrik.

(Penulis : Ryana Aryadita Umasugi/Kompas)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Akibat Listrik Padam, PT MRT Jakarta Alami Kerugian hingga Rp 507 Juta", https://megapolitan.kompas.com/read/2019/08/06/18142741/akibat-listrik-padam-pt-mrt-jakarta-alami-kerugian-hingga-rp-507-juta.

Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved