Program Penerima Bantuan Iuran

Kepesertaan 18 Ribu Penerima Bantuan Iuran di Kalsel Dinonaktifkan dan Tak Bisa Menggunakan JKN

Sebanyak 18 ribu Penerima Bantuan Iuran (PBI), yang merupakan jaminan kesehatan warga miskin, di Kalimantan Selatan dinonaktifkan kepesertaannya.

Kepesertaan 18 Ribu Penerima Bantuan Iuran di Kalsel Dinonaktifkan dan Tak Bisa Menggunakan JKN
BPost Cetak
BPost edisi cetak Selasa (6/8/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Sebanyak 18 ribu Penerima Bantuan Iuran (PBI), yang merupakan jaminan kesehatan warga miskin, di Kalimantan Selatan dinonaktifkan kepesertaannya.

Ini beriringan dengan masuknya 83 ribu warga miskin di provinsi ini dalam program PBI.

Bahkan kartu kesehatan mereka aktif sejak 1 Agustus 2019.

“Kalau warga miskin yang dinonaktifkan kartu PBI- nya itu ke rumah sakit dan fasilitas kesehatan (faskes), maka mereka tak bisa menggunakan fasilitas Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tersebut,” kata Kepala Cabang BPJS Kesehatan Banjarmasin Tutus Novita Dewi, Senin (5/8).

Baca: Isyarat Gisella Anastasia Kangen Gading Marten? Kekasih Wijin Tiba-tiba Bilang Ini pada Gempita

Baca: Kondisi Kejiwaan Rey Utami Diungkap Pakar Lewat Tulisan Tangan, Istri Pablo Benua Bisa Bunuh Diri?

Baca: Ramai-ramai Ngungsi! Raffi Ahmad dan Nagita Slavina ke Singapura, Ayu Ting Ting Kesal Listrik Padam

Baca: Viral Video Oknum Polantas Sumpal Mulut Wanita Pakai Surat Tilang, Ini Penjelasan Kasat Lantas

Solusinya, Tutus mengatakan 30 hari sejak kartu dinonaktifkan, pemegang bisa pindah segmen dengan membayar sendiri atau lapor ke dinas sosial kabupaten kota.

“Silakan peserta PBI yang dinonaktifkan kartunya lapor ke dinas sosial, siapa tahu bisa diusulkan ke APBD kota atau kabupaten,” katanya.

“Jika peserta PBI yang dinonaktifkan kartunya itu lewat tanggal 30 Agustus maka aktivasinya baru bisa dilakukan 14 hari kemudian,” tambahnya.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved