Berita Banjarmasin

Kesenjangan Hunian Perumahan di Kalsel Masih Tinggi, Sebanyak 175.200 Keluarga Masih Numpang

ternyata di ketahui pula, Back log yang tertinggi di Kalsel berada di Banjarmasin yaitu ada 46.477 keluarga.

Kesenjangan Hunian Perumahan di Kalsel Masih Tinggi, Sebanyak 175.200 Keluarga Masih Numpang
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi KPR 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kesenjangan antara jumlah rumah terbangun dengan jumlah rumah yang dibutuhkan (rakyat), atau istilahnya backlog ternyata cukup tinggi di Kalsel.

 Angkanya mencapai 175.200 keluarga dan Backlog hunian sebesar 96.066 keluarga. Dan ternyata di ketahui pula, Back log yang tertinggi di Kalsel berada di Banjarmasin yaitu ada 46.477 keluarga.

Begitu juga kesenjangan hunian bagi Keluarga juga ada di Banjarmasin paling tinggi yakni ada 16.805 keluarga. Bahkan keluarga itu dikatakan yang masih menumpang.

Karena itu kedepan, setidaknya ini menjadi tantangan sendiri untuk digarap Pemerintah Provinsi dan Kementerian untuk meyempitkan angka itu. 

Baca: Komentar Gading Marten & Agnez Mo Disorot Saat Ivan Gunawan Kesal, Ada Kaitan dengan Ayu Ting Ting?

Baca: Kehilangan 52.898 Penumpang PT MRT Jakarta Alami Kerugian hingga Rp 507 Juta Akibat Listrik Padam

Baca: PLN Bakal Pangkas Gaji Karyawan untuk Bayar Ganti Rugi Mati Listrik Rp 839,8 Miliar

Baca: Ulah Verrell Bramasta Disebut Bahayakan Sang Ibu, Venna Melinda, Mantan Natasha Wilona Lakukan Ini

Kadis Perkim Pemprov Kalsel,  Mur­syidah Aminy, menjelaskan meski data itu adalah data yang diambil 2017, namun memang data itu masih belum jauh bergerak. 

Nah, untuk mengatasinya, Pemprov Kalsel mengusulkan ke pusat, melalui Agusny Gunawan, selaku Direktur Badan Layanan Umum BLU di Pusat pengelolaan dana pembiayaan perumahan (PPDPP) karena mengingat stok di 2019 sudah habis. 

"Karena itu ditahun 2020, kami harapkan perlu ada tambahan 3000 unit rumah subsidi dan ini yang disampaikan ke pemerintah pusat," kata Mursidah Aminy, Selasa (6/8/2019).

Menanggapi ini, Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Real Estate Indonesia (REI) Kalsel, Roy Zani Sjachril menjelaskan ini kesempatan yang bagus untuk penyediaan rumah subsidi.

"Ini kesempatan kita untuk membantu pemerintah daerah untuk merumahkan masyarakat yang berpenghasilan rendah di Banua. Terget setiap tahunnya itu 10.000 rumah. Data kami di tahun 2019 ini 9600 unit rumah dan itu terus bertambah seiring bertambahnya waktu. Apalagi seiring isu perpindahan Ibu Kota ke Kalimantan Selatan, " kata dia. 

Dia berharap, adanya sinergitas dengan pemerintah daerah dengan pihak swasta di REI ini dapat terjalin. "Karena jika tidak sulit juga. Karena tujuannya untuk masyarakat itu siap huni. Karena itu bukan hanya fisik bangunan saja, tapi juga ada listrik, air yang bisa langsung layak huni," kata Roy Zani Sjachril. 

Halaman
12
Penulis: Nurholis Huda
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved