Program Penerima Bantuan Iuran

Paling Banyak di Banjarmasin, 2.000 PBI Dinonaktifkan, Diperkirakan ini Penyebabnya

Kepala Cabang BPJS Kesehatan Banjarmasin Tutus Novita Dewi, Senin (5/8) mengungkapkan rata-rata kabupaten kota di Kalsel hampir sama jumlah peserta

Paling Banyak di Banjarmasin, 2.000 PBI Dinonaktifkan, Diperkirakan ini Penyebabnya
BPost Cetak
BPost edisi cetak Selasa (6/8/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kepala Cabang BPJS Kesehatan Banjarmasin Tutus Novita Dewi, Senin (5/8) mengungkapkan rata-rata kabupaten kota di Kalsel hampir sama jumlah peserta PBI yang dinonaktifkan.

Ada yang 800 PBI, ada 1.000 PBI.

Namun yang paling banyak Banjarmasin yakni 2.000 PBI.

“Lebih dari 2.000 peserta PBI di Banjarmasin dinonaktifkan. Sedangkan PBI yang aktif saat ini ada 17 ribu lebih,” katanya.

Mengenai penyebab kartu PBI mereka dinonaktifkan, menurut Tutus, itu kewenangan dinas sosial kabupaten kota.

Baca: Kepesertaan 18 Ribu Penerima Bantuan Iuran di Kalsel Dinonaktifkan dan Tak Bisa Menggunakan JKN

Baca: Isyarat Gisella Anastasia Kangen Gading Marten? Kekasih Wijin Tiba-tiba Bilang Ini pada Gempita

Baca: Kondisi Kejiwaan Rey Utami Diungkap Pakar Lewat Tulisan Tangan, Istri Pablo Benua Bisa Bunuh Diri?

Tutus memperkirakan penonaktifan tersebut karena warga tersebut tak lagi masuk kategori miskin.

Itu karena mereka menjadi PNS atau bekerja di perusahaan.

Dinas sosial kabupaten kota pun diharapkan menyosialiasikan hal ini.

“Soalnya bisa jadi juga warga miskin penerima PBI belum sadar kalau kartunya dinonkatifkan,” katanya.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved