Berita Banjarmasin

Peluang Kalsel sebagai Ibu Kota Masih Terbuka, Lokasi Masih Dirahasiakan

Peluang Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) sebagai salah satu calon lokasi pemindahan Ibu Kota Republik Indonesia (RI) masih terbuka lebar.

Peluang Kalsel sebagai Ibu Kota Masih Terbuka, Lokasi Masih Dirahasiakan
banjarmasinpost.co.id/acm
Fajar Desira, Kepala Bappeda Provinsi Kalsel 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Peluang Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) sebagai salah satu calon lokasi pemindahan Ibu Kota Republik Indonesia (RI) masih terbuka lebar.

Pasalnya dari sisi geografis, Kalsel memenuhi salah satu kriteria penting yang diungkapkan Bappenas yaitu daerah calon lokasi Ibu Kota Negara diupayakan memiliki pelabuhan.

Hal ini dibenarkan Kepala Bappeda Provinsi Kalsel, Fajar Desira.

Menurutnya kriteria tersebut dicantumkan karena Bappenas inginkan Ibu Kota Negara memiliki kawasan pelabuhan yang melambangkan filosofi Indonesia sebagai negara maritim.

Baca: Inilah 6 Amalan Sunnah Sebelum Sholat Idul Adha 2019, Berjalan Kaki ke Mesjid Lebih Utama

Baca: Hari Ini Jokowi Ancam Copot Pangdam dan Kapolda Terkait Karhutla, Kemarin Marahi Dirut PLN

Baca: Di Depan Mata Nagita Slavina, Raffi Ahmad Peluk Mesra Vega Darwanti, Ibu Rafathar Bereaksi Begini

Baca: Dikenal Suka Bohong, Karakter Asli Suami Rey Utami, Pablo Benua Diungkap Lewat Tulisannya oleh Pakar

"Indonesia itu tujuh belas ribu pulau dengan garis pantai terpanjang kedua setelah Kanada, artinya Indonesia ini memang negara maritim. Jadi memang akses pelabuhan jadi kriteria penting oleh Bappenas," kata Fajar.

Pemerintah Kalsel juga menurutnya sudah menyiapkan lahan seluas kurang lebih tiga ratus ribu hektar sebagai bakal lokasi Pusat Pemerintahan RI.

Tak hanya luasan lahan yang melebihi proyeksi kebutuhan yaitu empat puluh ribu hektare, namun lahan yang diusulkan Pemerintah Provinsi Kalsel juga penuhi kriteria lainnya yaitu merupakan lahan bertanah keras agar pembangunan infrastruktur jadi lebih mudah.

Walau sudah sebutkan luasan lahan yang diusulkan, namun Fajar mengaku masih tidak ingin menyebutkan secara spesifik dimana titik lokasi lahan yang diusulkan tersebut.

Pasalnya, pihaknya tak ingin informasi tersebut didengar oleh spekulan yang akan berlomba kuasai hak tanah di lokasi tersebut.

"Ada beberapa titik yang kami usulkan, jadi bukan satu titik saja. Sengaja tidak dibuka supaya tidak muncul spekulan," kata Fajar.

Halaman
12
Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved