Berita Tanahlaut

Sejumlah Toko Berdiri di RTH Hasan Basri Pelaihari, Tampung Relokasi Pedagang Buah Datudaim

RTH Hasan Basri di Jalan Gembira, Kelurahan Pelaihari, Tanahlaut Kalsel akhirnya dibangun sejumlah bangunan toko untuk menampung pedagang buah

Sejumlah Toko Berdiri di RTH Hasan Basri Pelaihari, Tampung Relokasi Pedagang Buah Datudaim
banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti
Bangunan untuk pedagang buah di RTH Hasan Basri nampak mulai berdiri 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Lokasi RTH Hasan Basri di Jalan Gembira, Kelurahan Pelaihari, Tanahlaut Kalsel akhirnya dibangun sejumlah bangunan toko.

Tempat itu direncanakan sebagai pasar buah untuk menampung relokasi pedagang buah di Jalan Datudaim, Pasar Pelaihari.

Beberapa bangunan berbahan papan nampak sudah berdiri di kawasan RTH tersebut. Meski belum penuh, namun sudah ada bangunan yang nampak siap pakai.

Ada sekitar 33 kapling yang disediakan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Tanahlaut untuk keberadaan pasar buah ini. Beberapa pedagang memilih lebih cepat melaksanakan pindah sebelum batas waktu yang ditentukan.

Baca: Ulah Verrell Bramasta Disebut Bahayakan Sang Ibu, Venna Melinda, Mantan Natasha Wilona Lakukan Ini

Baca: Komplotan Pencuri Sarang Burung Walet Dibekuk, Satu Orang Tewas Ditembak Mati

Baca: Kepesertaan JKN-KIS di Kalsel Dibawah Rata-rata Nasional, BPJS Kesehatan Banjarmasin Lakukan Ini

Baca: Serahkan Bansos Rumah Sejahtera 2019, Sekda HSS Inginkan Program Ini Diteruskan, Begini Alasannya

Sebagaimana pedagang buah di Pasar Pelaihari, Sarinah. Perempuan ini juga meminta bantuan tukang untuk mendirikan warung semi permanen miliknya. Ia dan sang anak turut serta mengecek dan melakukan pembersihan pada warung tersebut.

Perpindahan pedagang pasar buah ke RTH Hasan Basri diberi waktu hingga tanggal 13 Agustus 2019 mendatang. Lebih dari itu, Sarinah mengatakan kalau Pemda Tanahlaut akan memberikan tindakan.

"Kami dapat batas waktu hingga 13 Agustus 2019. Artinya sebelum tanggal itu harus pindah. Kalau tidak nanti malah diangkat oleh Satpol PP," ucapnya menjelaskan, Selasa (6/8/2019).

Melihat letak dagangan yang berada di pinggir jalan, Sarinah bahkan optimis usahanya tak kalah ramai dibanding saat di Pasar Pelaihari. Ia juga merasa kalau keberadaan pasar buah sebelumnya memang dianggap menggangu jalan.

Dari informasi yang Sarinah dapat pula, ke depan bakal dilakukan pembinaan kepada para pedagang buah di lokasi tersebut.

Paparnya, pemerintah juga telah berencana bakal membuatkan bangunan permanen untuk mereka. Selain itu, sementara ini ujar Sarinah, ia juga tidak dikenakan pungutan atau retribusi atas usaha yang berada di RTH tersebut.

Baca: Kabur Setelah Jebol Plafon Tahanan, Dua Tahanan Polsek Banjarbaru Timur Ini Diduga Buron ke Hutan

Baca: Cuplikan Gol Kemenangan PSM Makassar vs Persija, PSM Juara Piala Indonesia Unggul Agregat 2-1

Baca: Rezeki HUT ke-74 Kemerdekaan RI, Biduan Banjarmasin Ini Banyak Dapat Job Manggung

Keberadaan pasar buah yang baru juga diharapkan bisa memberikan penghasilan lebih untuk usahanya. Selain itu lebih ramai dibanding saat di Pasar Pelaihari.

Terlepas dari itu, para pedagang buah ini juga mengharapkan masuknya koperasi untuk kelompoknya. Sehingga bisa dimanfaatkan sebagai modal sekaligus memutar uang untuk usaha.

(Banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti)

Penulis: Isti Rohayanti
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved