Opini Publik

Transformasi Budaya dan Inovasi Pengelolaan Sampah

Indonesia merupakan penyumbang sampah plastik terbesar kedua setelah Cina berdasarkan Plastik Debris Entering World Oceans.

Transformasi Budaya dan Inovasi Pengelolaan Sampah
YABN
Tuti Mardiani, selain sukses kelola sampah di Dess Kuranji, ia juga menularkan keahliannya kepada bank sampah yang ada di Kabupaten Tabalong. 

Oleh: M Noor Azasi Ahsan
Tenaga Ahli P3MD Kalsel/
Pegiat Pengembangan Inovasi Desa

BANJARMASINPOST.CO.ID - Indonesia merupakan penyumbang sampah plastik terbesar kedua setelah Cina berdasarkan Plastik Debris Entering World Oceans hasil penelitian Jenna Jambeck dari Universitas Georgia.

Hal ini sampai membuat Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, menyatakan malu karena Indonesia hanya menempati posisi keempat sebagai eksportir ikan. Bila tidak ada perbaikan berarti, jumlah sampah plastik bisa melampaui populasi ikan pada tahun 2030.

Kondisi darurat sampah ini tidak boleh dibiarkan, kebijakan dan inovasi pengelolaan sampah yang sudah ada dan berjalan baik harus terus ditingkatkan kualitasnya.

Penulis mencatat sejumlah langkah yang sudah dilakukan dalam pengelolaan sampah di Kalimantan Selatan. Pelarangan penggunaan kantong plastik pada ritel modern yang dijalankan Pemerintah Kota Banjarmasin.

Di Kabupaten Tanahlaut, ada Komunitas Bank Sampah yang sudah mengembangkan jaringan kerja pada puluhan desa di sana. Bank sampah pun sudah terbentuk pada banyak desa di Kabupaten Banjar dan sejumlah kabupaten lain.

Lalu mengapa sungai-sungai dan pinggir jalan di waktu pagi masih penuh sampah? Pertama, disamping masih berlangsung penggunaan kantong plastik pada warung-warung tradisional, mayoritas barang yang diperdagangkan pun masih menggunakaan kemasan dari bahan plastik dan kontribusinya jauh lebih besar dalam menciptakan sampah plastik.

Kedua, persepsi tentang kebersihan sebagian dari iman hanya diartikan secara mikro dan sangat parsial, yang penting tidak ada di depan mata. Tidak mengherankan bila dengan mudahnya orang membuang sampah dari kendaraan ke jalan raya atau ke sungai di belakang rumah.

Peran Bank Sampah
Berdasarkan Permendesa Nomor 2 Tahun 2016 tentang Indeks Desa Membangun, Dimensi Ekologi di dalam Indeks Ketahanan Ekologis, salah satunya berupa kualitas lingkungan yang terdiri dari indikator ada atau tidak adanya pencemaran air, tanah dan udara dan terdapat sungai yang terkena limbah.

Dana Desa pun dapat dialokasikan dan digunakan untuk pengadaan dan pengembangan sarana prasarana pembuangan sampah desa/bank sampah desa dengan merujuk pada Permendesa yang mengatur prioritas penggunaan dana desa.

Halaman
123
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved