Opini Publik

Transformasi Budaya dan Inovasi Pengelolaan Sampah

Indonesia merupakan penyumbang sampah plastik terbesar kedua setelah Cina berdasarkan Plastik Debris Entering World Oceans.

Transformasi Budaya dan Inovasi Pengelolaan Sampah
YABN
Tuti Mardiani, selain sukses kelola sampah di Dess Kuranji, ia juga menularkan keahliannya kepada bank sampah yang ada di Kabupaten Tabalong. 

Bank sampah menjadi salah satu unit usaha andalan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) pada desa-desa yang dianggap masuk kategori mandiri seperti Panggungharjo dan Pandowoharjo.

Pengalaman mengikuti Musyawarah Desa (MUSDes) Proses Perencanaan Pembangunan Desa dan Penyusunan Rencana Kerja Pembangunan (RKP – Desa) Tahun Anggaran 2019 yang berlangsung di Desa Mekar Raya Kecamatan Kertak Hanyar, usulan pembuatan Bank Sampah cukup disambut antusias.

Replikasi akan dilakukan dengan mengadopsi pola pengelolaan bank sampah yang sudah terbentuk, misalnya yang ada di Desa Indrasari di Kecamatan Martapura.

Pengembangan bank sampah sangat prospektif bila dilihat dari banyaknya kompleks perumahan, namun faktor budaya bisa menghambat pengembangan selanjutnya. Sebelum bicara upaya pemilihan dan pemilahan sampah yang disetorkan warga ke bank sampah, harus ada transformasi budaya dari kebiasaan membuang sampah sembarangan menjadi kebiasaan membuang sampah pada tempat yang telah ditentukan. Bisa dipahami bila KSM Mulia Desa Indrasari dulu tidak langsung membentuk bank sampah, namun dimulai dari TPS3R – Tempat Pembuatan Sampah Reuse, Reduce, dan Recycle.

Dilihat dari regulasi, kota-kota di Indonesia sebenarnya tidak kalah dengan Singapura. Bila membuang sampah sembarangan akan didenda sekitar 300 – 1000 SGD di sana. Banjarmasin juga mengatur hal tersebut dalam Perda Nomor 21/2011 tentang Pengelolaan Persampahan, yang membuang sampah sembarangan akan dikenakan denda maksimal membayar Rp5 juta, atau kurungan 3 bulan penjara. Peraturan ini sebenarnya tinggal ditegakkan saja agar kebiasaan membuang sampah pada tempatnya bisa terinternalisasi menjadi budaya.

Transformasi budaya juga bisa dilakukan melalui pendidikan dan berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat. Pada Orientasi P2KTD Kalimantan Selatan 2018, ada usulan untuk mengintegrasikan Bank Sampah dengan Posyandu dan PAUD yang ada di desa. Optimalisasi peran bank sampah bisa melalui kolaborasi dengan institusi pendidikan lainnya, mulai dari tingkat SD hingga SMA. Materi praktek pengelolaan lingkungan perlu dimasukkan dalam kurikulum pendidikan, sedangkan muatannya diisi oleh bank-bank sampah.

Pemanfaatan Teknologi
Perkembangan teknologi digital telah mendorong inisiatif pengembangan platform pengelolaan sampah, antara lain yang dilakukan Mountrash. Dalam video perkenalannya, menampilkan ibu Susi yang mengenakan sepatu dari sampah atau plastik bekas.

Aplikasi ini dirancang untuk memudahkan orang yang ingin menjual botol, kaleng dan beberapa jenis barang bekas lainnya. Cukup dengan memotretnya, kemudian mengirimkan photo tersebut. Pengambilan akan dilakukan bila sudah memenuhi jumlah minimal yang ditentukan.

Secara garis besar, ada 67 persen sampah organik dari total sampah yang dihasilkan setiap hari. Sisanya 16 persen plastik, 4 persen logam an-organik dan 13 persen jenis sampah lainnya. Selain dibuat menjadi biji plastik dan barang-barang kerajinan plastik, sejumlah innovator lokal sudah berhasil merekayasa alat yang mampu mengekstrasi premium, solar dan minyak tanah dari sampah plastik. Sisa makanan, dan sampah organik lainnya dibuat menjadi pupuk kompos dengan menggunakan bakteri decomposer, gas yang dihasilkan bisa dikonversi menjadi energi listrik.

Produksi piring makan dari daun oleh sebuah industri di Jerman sempat viral di beberapa media sosial, sebenarnya sudah berjalan dalam bentuk lain di Indonesia. Ada piring rotan dari anyaman rotan di Desa Palimbangan Hulu Sungai Utara, ada pula yang dibuat dari purun oleh pengrajin di Baritokuala dan Kampung Cempaka di Banjarbaru. Tak boleh dilupakan pula, hingga saat ini apam Barabai masih dikemas menggunakan bahan organik berupa daun pisang.

Halaman
123
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved