Opini Publik

Transformasi Budaya dan Inovasi Pengelolaan Sampah

Indonesia merupakan penyumbang sampah plastik terbesar kedua setelah Cina berdasarkan Plastik Debris Entering World Oceans.

Transformasi Budaya dan Inovasi Pengelolaan Sampah
YABN
Tuti Mardiani, selain sukses kelola sampah di Dess Kuranji, ia juga menularkan keahliannya kepada bank sampah yang ada di Kabupaten Tabalong. 

Aneka jenis kemasan ramah lingkungan ini bisa dipertimbangkan untuk digunakan sebagai kemasan hewan kurban Iduldha 1440 H sesuai himbauan yang telah disampaikan Lembaga Penanggungan Bencana dan Perubahan Iklim Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada tanggal 22 Juli 2019 kemarin agar tidak menggunakan kantong plastik atau kresek. Namun kembali lagi, hal itu tergantung kemauan para penyelenggara dan panitia kurban.

Secanggih apa pun inovasi pengelolaan sampah, tidak akan berjalan efektif dan berkelanjutan tanpa dukungan masyarakat. Mulai dari menghentikan kebiasaan membuang sampah sembarangan, kemudian memilih dan memilah sampah sebelum dibuang.

Hasil wawancara penulis dengan sejumlah pengelola bank sampah, pemilahan menjadi 5 kategori saja, sampah organik, plastik, kertas, kaleng dan logam serta jenis sampah lainnya akan bisa mengurangi residu hingga tinggal 15 persen.

Disampaikan pula keluhan, pengolahan pupuk dari sampah organik sering mengalami kegagalan karena masih banyak sampah anorganik di dalamnya. Akhirulkalam, semoga kita tidak lelah dalam berinovasi mengelola ciptaan Tuhan agar tetap lestari dan memberi manfaat berkelanjutan. (*)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved