Wawancara Ekslusif

Wawancara Ekslusif Kepala Basarnas Banjarmasin : Tidur Cuma Empat Jam Sehari

Hingga hari keenam pencarian, Senin (5/8), masih ada 30 penumpang yang merupakan nelayan dari Pekalongan, Jawa Tengah, belum ditemukan.

Wawancara Ekslusif Kepala Basarnas Banjarmasin : Tidur Cuma Empat Jam Sehari
Basarnas Banjarmasin
Operasi SAR hari keenam terus berlangsung dilakukan Oleh Basarnas Banjarmasin, terhadap korban kecelakaan KM Pieces di Selat Makassar, Senin (5/8). Sebanyak 30 orang korban belum ditemukan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Baru tiga pekan memikul jabatan sebagai Kepala Pelaksana Harian Badan Pencarian dan Pertolongan Nasional (Basarnas) Banjarmasin, Endrow Sasmita, langsung mendapat tugas dari Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Bagus Puruhito menjadi kordinator misi pencarian dan penyelamatan korban Kapal Motor Pieces yang tenggelam di perairan Tanjung Selatan, Kalimantan Selatan.

Hingga hari keenam pencarian, Senin (5/8), masih ada 30 penumpang yang merupakan nelayan dari Pekalongan, Jawa Tengah, belum ditemukan. Sementara empat penumpang sudah ditemukan dalam kondisi meninggal dan tiga lainnya selamat.

Ini tugas berat bagi Endrow dan rekan-rekan, bagi Basarnas, TNI AL dan Polri yang melakukan pencarian. Apalagi sesuai standar operasi, waktu pencarian hanya tujuh hari.

Baca: VIRAL Anjing Kepanasan Sendirian dan Tak Bisa Duduk karena Talinya Terlalu Pendek, Ini Faktanya

Nama dan sosok Endrow pun kerap muncul baik di media cetak maupun elektronik beberapa hari ini. Berikut petikan wawancara BPost bersama Endrow.

Betul baru tiga pekan ini menduduki posisi Kepala Pelaksana Harian Basarnas Banjarmasin?
Iya betul, baru tiga pekan karena Kepala Pelaksana Harian Kantor Basarnas Banjarmasin. Kepala Pak Mujiono lagi berangkat ibadah Haji.

Apakah tidak panik langsung diuji situasi penanganan musibah besar KM Pieces?
Saya melaksanakan tugas sesuai dengan standar operasi Basarnas. Jadi dapat mandat langsung dari Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Bagus Puruhito untuk bertindak selaku SAR Mission Coordinator (SMC) untuk pencarian korban KM Pieces. Kami di Basarnas bekerja dengan sistem, jadi harus siap dimanapun ditugaskan, harus siap hadapi masalah apapun. Saya tidak panik. Rentang tiga minggu ini ada tiga penanganan musibah yang kami tangani yakni orang tercebur ke sumur dan tenggelam. Tapi ini penanganan simpel. Korbannya cuma satu orang-satu orang. Tapi musibah KM Pieces, musibah pelayaran skala besar. Sebanyak 37 orang jadi korban dan 30 orang belum ditemukan.

Penanganan skala besar ini melibatkan banyak unsur ya?
Dari Basarnas Banjarmasin saja 58 orang. Belum lagi TNI, Polri dan unsur lainnya. Sekitar 150 orang yang terlibat melakukan operasi pencarian. Alhamdulillah kondisi fisik dan konsentrasi rekan-rekan di lapangan tetap terjaga dan tidak drop, tanpa masalah. Ini berkat latihan fisik dan teknis. Walaupun saat penanganan memakan waktu panjang, waktu istirahat kurang dan cuaca berat. Alhamdulillah anggota baik, tidak drop.

Baca: Viral Video Oknum Polantas Sumpal Mulut Wanita Pakai Surat Tilang, Ini Penjelasan Kasat Lantas

Selama penanganan ini bagaimana pola tidur bapak? Dan rata-rata berapa jam anggota tidur?
Pada situasi seperti ini rata-rata anggota tidur kurang dari empat jam.

Bagaimana mengatur dan memotivasi kru?
Kami terus support rekan-rekan. Mereka sudah dibekali jiwa dan niat sebagai penolong. Tidak akan drop semangat walau banyak faktor ujian seperti fisik, cuaca dan rasa kangen keluarga. Alhamdulillah hingga hari keenam masih fit. Walau waktu tidur sangat minim.

Ini sudah memasuki hari keenam pencarian ya?
Ya hari keenam pencarin. Sementara sampai hari ini 30 orang masih dicari. Kendala kami saat ini, semakin lama pencarian maka sebaran area pencarian makin luas. Korban bisa menyebar kemana saja.

Bagaimana melakukannya?
Ketika awal kami cuma mengerahkan empat kapal. Kini, Senin (5/8), kami kerahkan sembilan kapal. Tambahan pesawat udara, Boeing 737, dukungan Lanud Hasanuddin Makassar. Ada tambahan lagi Cassa 212 dukungan TNI AL Surabaya. Kalau Boeing jenis pesawat intai ada kamera pemantau udara. Dari ketinggian 8.000 kaki bisa menangkap objek kecil di permukaan laut. Kalau Cassa 212 observer visual, terbang rendah 2.000-3.000 kaki sehingga pemantauan lebih visual.

Bagaimana kerja sama dengan unsur lain yang terlibat operasi ini?
Kami begitu mengapresiasi dan bersyukur, kami tak bisa kerja sendiri. Alhamdulillah antusias relawan dan potensi unsur lainnya turut membantu. Bahkan tanpa kami minta mereka menawarkan diri seperti dari KSOP, Lanal, Ditpolair dan Lanud. Dukungan potensi dan mitra sangat luar biasa.

Bagaiman operasi selanjutnya?
Sesuai amanat UU pencarian dan pertolongan dibatasi sampai tujuh hari. Tapi itu bukan hal yang mutlak. Mungkin ditambah sesuai perkembangan di lapangan. Penetapan tujuh hari ini sudah melalui analisa dan pertimbangan. Bahkan kalau dihitung dari kejadian ya sudah hari kesepuluh malah. Tujuh hari ini hanya menghentikan penggerakan unsur. Misal kapal kembali stanby di base. Tapi pemantauan tetap kami lanjutkan. Kami siaga 24 jam tetap evakuasi.

Ada pesan untuk keluarga korban?
Agar pihak keluarga senantiasa semangat, berdoa dan doakan kami terus fight. Kami akan terus berusaha. Jangan khawatir dengan informasi dihentikannya operasi pencarian di hari ketujuh, Karen hari ketujuh hanya pengerahan unsur yang berhenti. Tapi Kami tetap siaga dan juga menginformasikan kepada ke kapal untuk turut memantau. (banjarmasinpost.co.id/kur)

Penulis: Nia Kurniawan
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved