Berita Kalteng

Anggota Dewan Minta Pemkab Kotim Serius Tangani Stunting Singgung Rumdin Bupati Ratusan Miliar

Angka stunting di Kalimantan Tengah masuk peringkat ke empat secara nasional dan menjadi perhatian kalangan anggota DPRD Kalteng

Anggota Dewan Minta Pemkab Kotim Serius Tangani Stunting Singgung Rumdin Bupati Ratusan Miliar
tribunkalteng.co/fathurahman
Anggota Komisi B DPRD Kalteng, Syahruddin Durasyid. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Angka stunting di Kalimantan Tengah masuk peringkat ke empat secara nasional dan menjadi perhatian kalangan anggota DPRD Kalteng, yang meminta ditangani secara serius.

Stunting adalah sebuah kondisi di mana tinggi badan seseorang jauh lebih pendek dibandingkan tinggi badan orang seusianya.

Penyebab utama stunting adalah kekurangan gizi kronis sejak bayi dalam kandungan hingga masa awal anak lahir yang biasanya tampak setelah anak berusia 2 tahun.

Provinsi Kalteng bahkan masuk peringkat keempat terburuk penderita stunting di Indonesia yang tersebar di beberapa kabupaten di Bumi Tambun Bungai.

Baca: VIRAL, Tertipu Selama 2 Tahun, Pria Terkejut Lihat Wajah Asli Kekasih, Asalnya Cantik Kok Jadi Nenek

Baca: Jawaban Tegas Ayu Ting Ting Soal Lamaran Ivan Gunawan, Mantan Shaheer Sheikh Sebut Tentang Jodoh

Baca: Keterkejutan Ifan Seventeen Lihat Kaka Slank Keluar Mushola dengan Penampilan Begini, Beda Banget!

Baca: Pendaftaran CPNS 2019 Dibuka Oktober, Ini 10 Cara Mudah Pendaftaran Via http://sscn.bkn.go.id

Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Tengah, Suyuti Syamsul, menjelaskan, meski masuk 4 besar terburuk, penderita stunting di Kalteng belakangan mengalami penurunan dari tahun ke tahun.

Sejumlah upaya dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) melalui Dinas Kesehatan untuk menekan penurunan angka stunting (tubuh pendek) di Bumi Tambun Bungai tersebut.

Berbagai program dilakukan termasuk meneken MoU bersama perguruan tinggi untuk mencegah atau mengurangi Stunting di Kalteng.

Menurut dia, prevalensi balita yang mengalami stunting di Kalteng sekitar 34 persen lebih.

Meskipun sebenarnya sudah mengalami penurunan dari angka 40 persen.

"Angka itu yang menjadikan Kalteng di posisi 4 secara nasional sebagai daerah dengan Stunting terburuk," ujarnya.

Bahkan, dia mengatakan angka 38 persen ini cukup parah jika dibandingkan target nasional tahun 2019, yakni turun menjadi 28 persen.

Sehingga perlu penanganan optimal penanganan stunting di Kalteng tersebut.

Hal ini juga, menjadi sorotan anggota komisi B DPRD Kalteng, Syahruddin Durasid, yang meminta perhatian serius Pemkab Kotim sebagai kabupaten yang banyak penderita stuntingnya.

"Fokus menangani masalah stunting agar cepat bisa ditanggulangi, jangan membangun rumah dinas bupati hingga ratusan miliar, harusnya bupati tanggap terhadap stunting," ujarnya.

banjarmasinpost.co.id / faturahman

Penulis: Fathurahman
Editor: Edinayanti
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved