Penutupan Jembatan Sungai Gardu

Dishub Banjarmasin Sebut Rekayasa Lalulintas Masih Menunggu Hasil Rapat

Kepala Dinas PUPR Kalsel, Roy Rizali Anwar melalui Kabid Bina Marga, M Yasin Toyib saat dikonfirmasi membenarkan terjadinya kemacetan

Dishub Banjarmasin Sebut Rekayasa Lalulintas Masih Menunggu Hasil Rapat
BPost Cetak
Blitz edisi cetak Rabu (7/8/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kepala Dinas PUPR Kalsel, Roy Rizali Anwar melalui Kabid Bina Marga, M Yasin Toyib saat dikonfirmasi membenarkan terjadinya kemacetan di kawasan Sungai Lulut karena ditutupnya Jembatan Sungai Gardu 1.

Infonya baru saja pihak kontraktor membawa alat pancang dan ada pergeseran tiang listrik, sehingga jalan ditutup sementara.

“Kami sudah suruh pinggirkan dulu semua peralatan. Tidak boleh ada kegiatan sebelum ada rekayasa lalu lintas,” tegas Yasin.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Seksi Manajemen Rekayasa Lalu Lintas (MRLL) Dishub Kota Banjarmasin, Febri mengatakan mengenai detail pelaksanaan rekayasa lalu lintas pengendara di kawasan Sungai Lulut masih menunggu hasil rapat.

Baca: Bukan 37! Usia Syahrini yang Sebenarnya Diungkap Reino Barack Setelah Ultah Teman Luna Maya Itu

Baca: KABAR VIRAL Mbah Moen Ingin Meninggal pada Hari Selasa, Gus Yasin & Gus Kamil Sebut Hari yang Baik

Baca: Bacaan Niat Puasa Tarwiyah dan Arafah Jelang Idul Adha 2019 (1440 H), Simak Juga Hadist Anjurannya

Baca: Penutupan Jembatan Sungai Gardu Tanpa Pemberitahuan, Pengemudi Roda Empat pun Terjebak Macet

Diprediksi akan dilaksanakan pada awal Agustus.

Rencananya rapat tersebut juga akan mengundang pihak pemerintah Kabupaten Banjar, Kota Banjarmasin dan tentunya Dishub Provinsi Kalsel.

"Karena sejatinya terkait penanganan atau rekayasa di sana, berperan sebagai kordinator adalah pihak Dishub Provinsi Kalsel. Sedangkan kami meskipun juga turut terlibat, tidak bisa memastikan bagaimana rekayasa nantinya," jelasnya.

Febri mengatakan, melihat kondisi jembatan darurat yang tersedia saat ini berukuran kecil tidak menutup kemungkinan akses penghubung pengendara roda empat melalui jalan Pematang atau Gambut.

Sebaliknya untuk pengendara roda dua, masih bisa melalui jalan Sungai Lulut atau jembatan darurat itu.

"Iya, mau tidak mau roda empat harus melalui Jalan Pematang, bila melihat kondisinya seperti itu. Tapi pastinya nanti akan kita lihat lagi bagaimana hasil rapat. Karena mereka (Dishub Provinsi, red) memiliki data dan telah melalui survei, bagaimana keputusan rekayasa nantinya, " tutup Febri.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved