Berita HSS

Disnakerkop UKM HSS Fasilitasi Penggantian Kemasan Jadul Produk Pengusaha Kecil

Untuk pengembangan UKM tersebut, Pekab HSS melakukan pembinaan, salah satunya melalui pendidikan dan pelatihan ke wirausahaan.

Disnakerkop UKM HSS Fasilitasi Penggantian Kemasan Jadul Produk Pengusaha Kecil
banjarmasinpost.co.id/hanani
Para perempuan di Desa Telaga Bidadari Kecamatan Sungai Raya Hulu Sungai Selatan mengemas aneka camilan, produk makanan olahan sari salah satu usaha rumahan, beberapa waktu lalu. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN- Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, Usaha Kecil  dan Perindustrian Kabupaten Hulu Sungai Selatan mencatat, ada 6.627 unit usahakecil menengah (UKM) di HSS sampai 2019.

UKM  tersebut bergerak di industri pengolahan makanan, kerajinan tangan, industri logam serta usaha produktif lainnya.  Untuk pengembangan UKM tersebut, Pekab HSS melakukan pembinaan, salah satunya melalui pendidikan dan pelatihan ke wirausahaan.

Kepala Bidang Koperasi dan UKM, Disnaker UK dan Perindustrian HSS, Fitri, kepada banjarmasinpost.co.id  menjelaskan, Diklat kewirausahaan meiputi manajemen usaha,pengelolaan keuangan, administrasi usaha serta kebutuhan pendukung lainnya.

“Kami juga meaksanakan program bimbingan teknis bagi UKM seperti pemanfaatan tanaman keluarga menjadi jami instant denganvarian rasa, dan pelatihan membuat sirup kayu manis,”jelasnya.

Baca: Fajar Ditangkap Satresnarkoba Polres HST Saat Hendak Transaksi Sabu di Barabai Timur

Pengolahan dan pembuatan produk, jelas Fitri disertai pelatihan pemasaran secara online dengan memanfaatkan sosial media, hingga memfasilitasi kemasan yang lebih kekinian.

Bersama para pelaku usaha kecil, kata Fitri dimotivasi untuk selalu berupaya melakukan inovasi produk mupun kemasan, agar bisa bersaing dengan produk daerah lain atau produk dari pulau Jawa.

“Khusus untuk pelaku usah yang kemasan produknya masih jadul, kami memfasilitasi perbaikan kemasan yang lebih baik dan berkualitas,”. Diakui persaingan usaha saat ini kian ketat, karena tak hanya bersaing dengan antar UKM di HSS, tapi juga dari daerah lain bahkan dari luar provinsi dan luar pulau Kalimantan.

 “Jadi harus bisa memanfaatkan sosial media untuk pemasaran online, hingga promosi secara offline melalui pameran-pameran, baik lokal, maupun tingkat nasional,” tambahnya.

Baca: BRI Bagikan Hibah Program CSR, Mengurus Administrasi Pengadilan Agama Barabai HST Dipermudah

Sedangkan untuk dukungan bantuan permodalan, tahun 2019 HSS menerima bantuan dari Kementerian Koperasi dan UKM. Tahun ini, HSS mendapat bantuan modal terbesar se-Kalsel, yaitu untuk 20 orang  wirausaha pemula dengan bantuan modal masing-masing dikisaran Rp 10 juta hingga Rp 12 juta per orang.

Sebelumnya, pada 2018 hanya satu wirausaha pemula yang mendapat bantuan tersebut,”kata Fitri.  Ditambahkan, sinergi dengan visi dan misi Bupati HSS, untuk mendorong wirausahawan pemula dalam mengenbangkan usaha, salah satu intervensi Pemkab HSS adalah melalui pendidikan dan pelatihan kewirausahaan dan pendampingan pembuatan proposal. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved