Berita Banjarmasin

Iklan Kampanye di Televisi Belum Begitu Dilirik Parpol Peserta Pemilu di Kalsel

Selama masa kampanye termasuk pada masa Pemilu 2019 lalu, Partai Politik Peserta Kampanye diperbolehkan memasang iklan kampanye di televisi

Iklan Kampanye di Televisi Belum Begitu Dilirik Parpol Peserta Pemilu di Kalsel
banjarmasinpost.co.id/acm
Suasana Rapat Koordinasi Evaluasi Fasilitasi Kampanye Pemilu 2019 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Selama masa kampanye termasuk pada masa Pemilu 2019 lalu, Partai Politik Peserta Kampanye diperbolehkan memasang iklan kampanye di televisi.

Namun ternyata tidak semua Partai Politik Peserta Pemilu yang maksimal memanfaatkan metode kampanye melalui iklan kampanye di televisi lokal.

Dijelaskan Anggota Komisi Penyiaran Daerah (KPID) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Marliyana SP, hanya ada sembilan Partai Politik Peserta Pemilu yang sempat memasang iklan kampanye selama masa kampanye Pemilu 2019 di Kalsel.

Secara keseluruhan total hanya sebanyak 224 spot iklan kampanye yang tayang di televisi selama masa kampanye yaitu Minggu (24/3/2019) hingga Sabtu (13/4/2019).

Baca: Bisa Senasib Mulan Jameela-Maia Estianty? Nikita Mirzani Ditegur Karena Sebut Nyonya Ke-2 Pria Ini

Baca: Gejala Kelainan Williams Syndrome Diderita Anak Dede Sunandar, Sahabat Raffi Ahmad & Nagita Slavina

Baca: Jadi Mutan Bernama Namor, Keanu Reeves Bakal Bergabung dengan Marvel Cinematic Universe

Baca: Bocoran Lokasi Pernikahan Roger Danuarta dan Cut Meyriska, Dekat Rumah dan Tempat Suci Ini

Iklan kampanye paling banyak tampil didominasi Partai Golkar yaitu 70 spot, disusul, PDIP dan PKB masing-masing 41 spot serta Partai Demokrat sebanyak 26 spot.

Jika di rata-rata, jumlah tersebut masih sangat jauh dari batasan spot maksimal yang diperbolehkan oleh aturan yaitu 10 spot dan durasi maksimal 30 detik perhari untuk masing-masing Partai Politik Peserta Pemilu.

Sedangkan alokasi spot iklan kampanye yang dimanfaatkan oleh Calon Anggota DPD RI di Kalsel juga tidak banyak.

Iklan kampanye Calon DPD RI yang tampil yaitu oleh Habib Abdurrahman 33 spot, Antung Fatmawati 27 spot dan Agustin 13 spot.

Marliyana memperkirakan tak mudahnya proses produksi pembuatan iklan kampanye ditambah biaya yang relatif tinggi membuat tak semua Peserta Pemilu mau membuat iklan kampanye untuk tampil di televisi lokal.

"Kuota iklan kampanye di televisi memang sifatnya iklan mandiri, jadi mungkin karena biaya pembuatan iklan yang mahal dan waktu yang relatif singkat belum semua melirik iklan kampanye di televisi," kata Marliyana.

Hal ini disampaikan Marliyana saat hadiri Rapat Koordinasi Evaluasi Fasilitasi Kampanye Pemilu 2019 yang digelar oleh KPU Provinsi Kalsel, Rabu (7/8/2019).

(Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)

Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved