Berita Banjarbaru

Kadis PUPR Kalsel Sebut Pengerjaan Jembatan Sungai Gardu 1 Sungai Lulut Didahulukan karena Hal Ini

Karena masih belum selesai, memaksa pemilik proyek mengerjakan secara bertahap untuk akses di Jembatan Sungai Lulut ini.

Kadis PUPR Kalsel Sebut Pengerjaan Jembatan Sungai Gardu 1 Sungai Lulut Didahulukan karena Hal Ini
banjarmasinpost.co.id/edi nugroho
PEMBANGUNAN jembatan darurat khusus roda dua di jembatan Sungai Gardu 1, Kelurahan Sungai Lulut, Kecamatan Banjarmasin Timur. Jika tak ada aral, Pemprov Kalsel akan membongkar tiga jembatan lama sekaligus karena pekerjaan pembangunan dua jembatan dan satu box culvert Sungai Lulut Banjarmasin Timur akan diselesaikan sampai akhir 2019 ini. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Hingga akses Sungai Lulut Banjarmasin ditutup, terungkap masih belum juga sebagian lahan dibebaskan ke arah Subgai Lulut Kabupaten Banjar belum selesai.

Karena masih belum selesai, memaksa pemilik proyek mengerjakan secara bertahap untuk akses di Jembatan Sungai Lulut ini.

Dinas PUPR Kalsel, Roy Rizali Anwar melalui Kabid Bina Marga, M Yasin Toyib, Rabu (7/8/2019) mengatakan karena di sebagian arah Kabupaten Banjar lahan ada yang belum beres, maka yang akan dibangun duluan adalah yang arah Banjarmasin dulu.

"Ya, jembatan Sungai Gardu 1 duluan yang digarap," kata Yasin Toyib singkat.

Dikonfirmasi soal kenapa Kabupaten Banjar masih ada yang belum terbebaskan lahan yang krusial harus dibangun, hingga terkesan lamban? Sekda Kabupaten Banjar, H Mokhammad Hilman menjelaskan bahwa lahan sedang berperoses, diupayakan dalam waktu dekat selesai.

Baca: Penutupan Jembatan Sungai Lulut, Arus lalu lintas di Komplek Rahayu Sempat Macet Selama Satu Jam

Baca: Bikin Jalan Sungai Lulut Macet, Dishub Kalsel Minta Kontraktor Stop Semua Kegiatan

"Pengukuran oleh Badan Pertanahan Kabupaten Banjar sudah dilakukan, kami menunggu hasilnya dalam waktu dekat sehingga mengetahui dengan pasti luas tanah yang dibebaskan," kata Hilman sapaannya.

Dengan dasar luas tanah dimaksud, sambung Hilman, maka Tim Penilai (Appraisal) dapat menentukan besarnya harga penggantian yang wajar atas tanah yang dibebaskan untuk fasilitas umum tersebut.

Masih dijelaskan Hilman, konsultan Appraisal sudah bekerja tinggal menunggu besarnya luasan tanah yang dibebaskan dari pihak Kantor Pertanahan. "Kami memenuhi prosedur tersebut yang melibatkan pihak di luar Pemkab Banjar. Tinggal menunggu hasil kerja Kantor Pertanahan," tandas Hilman. (banjarmasinpost.co.id/lis)

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved